Senin, 21 Agustus 2017

Kebakaran Hutan Gorontalo Utara Picu Peningkatan Ispa

id ispa
Kebakaran Hutan Gorontalo Utara Picu Peningkatan Ispa
Ilustrasi (antaranews)
Kebakaran terparah terjadi di Desa Tolinggula Pantai, bahkan satu unit SMA di wilayah tersebut hampir terbakar
Gorontalo,  (antarasulteng.com) - Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, memicu peningkatan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Kepala Puskesmas Tolinggula, Risal Yusuf Kune, Senin di Gorontalo menyebut, peningkatan penyakit ISPA terjadi hingga 30 persen dalam sepekan ini.

Penderita terbanyak kata dia, ada di wilayah Desa Tolinggula Pantai, Ilomangga, Molangga dan Tolinggula Tengah.
 
Pasalnya 5 desa tersebut menjadi sasaran asap dampak kebakaran hutan di Kecamatan Biawu dan Tolinggula sejak sebulan terakhir.
    
Pihaknya pun kata Risal, sudah membagi-bagikan ribuan masker ke penduduk setempat, bahkan 2 ribu masker dikhususkan untuk para pelajar di wilayah tersebut.
   
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara, Roni Bumulo mengatakan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih gratis di seluruh wilayah terdampak kekeringan.

    
Termasuk menyalurkan air untuk memadamkan api di 5 desa yang ada di Kecamatan Tolinggula, mengingat kebakaran hutan telah masuk ke pemukiman warga.
    
"Kebakaran terparah terjadi di Desa Tolinggula Pantai, bahkan satu unit SMA di wilayah tersebut hampir terbakar," ujarnya.
    
Hingga saat ini, kebakaran hutan masih terjadi di wilayah Kecamatan Biawu dan Tolinggula kata dia, pihaknya pun masih mendistribusikan air bersih gratis di desa-desa yang dilanda kekeringan ekstrim.
    
Dalam sehari kata Roni, pihaknya menyalurkan 8 tanki air yang diangkut menggunakan armada milik BPBD, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Badan Lingkungan Hidup dan armada bantuan Yonif 715 Ota Manasa Gorontalo di Kecamatan Anggrek.
    
Meski dalam sepekan ini wilayah barat tersebut telah turun hujan selama dua kali, namun kata Roni, kekeringan dan kebakaran hutan masih terjadi.

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga