ITS wadahi studi eksekursi Universitas Austria

id its
ITS wadahi studi eksekursi Universitas Austria
Ilustrasi (antaranews)
Surabaya (antarasulteng.com) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mewadahi studi eksekursi yang dilakukan University of Vienna, Austria, melalui program bertajuk "Anthropology Exploration of Surabayas Kampungs" yang dihelat mulai 20 Maret hingga 9 April 2017.

Direktur Hubungan Internasional ITS Dr Maria Anityasari di Surabaya, Senin mengatakan, Anthropology Exploration of Surabayas Kampungs merupakan suatu acara yang dijalin antara ITS dengan University of Vienna yang dijembatani oleh ASEAN European Academic University Network (ASEA-UNINET).

"Meski sebagai kampus teknik, ITS tak mau hanya terpaku dalam bidang teknologi dan sains. Oleh sebab itu kali ini ITS tertantang untuk menjadi wadah studi eksekursi yang bermitra dengan University of Vienna, Austria," kata Maria.

Menariknya, kata Maria, para pelaku studi ekskursi ini bukan mengambil suatu jurusan perkuliahan yang berbau sains dan teknologi, melainkan mereka adalah mahasiswa strata-2 (S2) yang mengambil jurusan Sosial- Antropologi.

"Siapa tahu, karena kampung yang dimiliki kota Surabaya ini menjadi daya tarik para pelaku studi ekskursi untuk melakukan penelitiannnya di sini," ujarnya.

Adapun delapan kampung yang dijadikan objek penelitian di kota pahlawan ini di antaranya kampung Jemur Wonosari, kampung lawas Maspati, kampung kue di Rungkut Lor, dan beberapa kampung unik lainnya di Surabaya.

Contohnya seperti kampung kue di Rungkut Lor ini yang terkenal sebgai kampung yang memiliki predikat kampung wirausaha ini, juga menjadi objek penelitian dari para pelaku studi ekskursi yang berjumlah 18 orang ini.

Ketua pelaksana acara ini Shelvy mengatakan predikat keunikan kampung pilihan itu berbeda-beda antara satu dengan yang lain. "Pemilihan kampung mitra yang dijadikan objek studi ini, berdasarkan kesamaan objek studi dari jurusan yang ada di ITS dengan pemilihan kampung," katanya.

Dia menjelaskan, semisal kampung kue di Rungkut Lor yang terkenal dengan kampung yang maju dalam wirausaha. Sebelum menuju kampung kue ini, mereka diberikan pengarahan oleh dosen ITS yang dikemas dalam bentuk Course-session. 

"Dengan harapan sebelum melakukan penelitian para pelaku studi ekskursi sudah paham betul tentang habitat objek penelitian, dari mulai gaya berpakaian, etika bersosialisasi hingga komunikasi yang baik dengan warga sekitar," ujarnya. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga