Minggu, 20 Agustus 2017

Ade Rai Sosialisasikan Hidup Sehat Di Palu

id bpjs
Ade Rai Sosialisasikan Hidup Sehat Di Palu
Ade Rai (FOTO ANTARA)
Kehadiran saya pada dasarnya ingin mengajak masyarakat lebih cerdas akan kesehatan
Palu,  (antarasulteng.com) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palu menghadirkan binaragawan Ade Rai untuk menyosialisasikan hidup sehat kepada anggota tiga organisasi pensiunan di Palu, Kamis.

"Ini merupakan program yang mulia, Negara ingin memberikan pelayanan kesehatan yang gratis bagi masyarakatnya," kata Ade Rai yang juga Brand Ambasador BPJS Kesehatan tersebut.

Menurut Ade Rai, kepesertaan BPJS Kesehatan juga merupakan arisan nasional, satu ketika kita yang akan membutuhkan jaminan kesehatan itu.

"Mudah-mudahan program ini bisa menjadi proteksi diri," ujarnya

Ia menambahkan bahwa program BPJS Kesehatan dengan visi "gotong royong semua tertolong" pada dasarnya kalau kita tidak menggunakannya, di luar sana pasti banyak yang membutuhkannya.

"Kehadiran saya pada dasarnya ingin mengajak masyarakat lebih cerdas akan kesehatan," katanya.

Maksudnya, kata dia, kecerdasan itu merupakan kemandirian, bukan sebuah ketergantungan yang terjadi seperti saat ini. Yang saat ini ketika kita sakit di masa tua, itu merupakan akumulasi dari investasi kesehatan yang dilakukan di masa muda.

"Sekarang, ada masyarakat yang tidak tahu diri, artinya tinggal tahu pakai saja," ujarnya.

Padahal, kata dia, dengan menggunakan itu, artinya kita telah menggunakan subdisi dari orang yang sehat. Artinya, masuk rumah sakit menggunakan 5 orang sehat, sakit lebih parah menggunakan 50 orang sehat, sakitnya lebih parah lagi menggunakan 500 orang sehat.

"Sehingga kita tidak ingin menghambur-hamburkan biaya itu dan alangkah baiknya kita menjaga kesehatan dari sekarang," harapnya.

Lebih lanjut, kata dia, ketika kita berinvestasi, terjadilah akumulasi dan pada akhirnya mendapatkan apresiasi yang akan kita nikmati di kemudian hari. Pertanyaannya, investasi kita di masa muda, apakah investasi yang baik atau buruk.

"Kalau investasinya buruk di masa muda dengan pola hidup tidak sehat, maka apresiasinya akan sakit di hari tua. Jadi tidak boleh disalahkan masa tuanya, seolah-olah sakit itu datang di hari tua," tuturnya.

Kepala Divisi Regional X BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa mengatakan kegiatan sosialisasi itu merupakan rutinitas tahunan yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan untuk tiga organisasi besar tersebut.

Sebagai pelanggan yang paling baik dan loyal, tiga organisasi itu perlu diberikan update kembali terkait kebijakan-kebijakan terbaru serta meningkatkan jalinan silaturahmi untuk kemitraan yang telah dibangun.

Puja mencontohkan, jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp160 juta, dengan iuran rata-rata Rp51 ribu, maka diperlukan sebanyak 3.173 orang peserta JKN-KIS yang sehat untuk membayar iuaran itu.

"Kalau peserta yang sakit saja membayar iuaran, dan tidak membayar kembali ketika sehat, darimana kita membayar biaya pelaksanaan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan," tutup Puja. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga