Sabtu, 19 Agustus 2017

Kapolda: Jaga Nama Baik Polri

id Polda
Kapolda: Jaga Nama Baik Polri
Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi memasangkan tanda peserta Rakornis kepada salah seorang anggota reserse di Palu, Selasa (23/5) (Antarasulteng.com/Humas Polda)
Kapolda: penegakkan hukum merupakan sarana untuk mendorong terwujudnya kesiapan bangsa Indonesia menghadapi tantangan global.
Palu (Antarasulteng.com) - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengingatkan para anggota reserse kriminal untuk selalu menjaga nama baik Polri dalam menjalankan tugas-tugas reserse.

"Tingkatkan kinerja personel Reskrim secara profesional dan proposional," katanya dalam sambutan sebelum membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2017 di Ballroom Hotel Mery Glow Palu, Selasa.

Acara yang digelar selama dua hari itu megambil thema "strategi mewujudkan penegakkan hukum yang berkeadilan di wilayah Polda Sulawesi Tengah."

Kapolda mengatakan pada dasarnya kinerja fungsi reskrim selama ini sudah cukup baik, namun hal tersebut perlu ditingkatkan lagi.

"Maksud dan tujuan rakernis ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi sejauh mana jajaran reskrim memberikan kontribusinya dalam pencapaian kinerja Polri, khususnya fungsi reskrim agar kedepannya lebih baik lagi," ujar Kapolda Sulteng.

Tema tersebut di atas, pinta Kapolda, jangan hanya jadi slogan saja, namun harus diimplementasikan dan diwujudkan dengan melaksanakan program prioritas Kapolri yaitu profesional, modern dan terpercaya (promoter) dengan mematuhi setiap aturan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya harapkan rakernis ini dapat meningkatkan kinerja personel Reskrim secara profesional dan proposional, tentunya dengan komitmen yang " ujarnya.

Ia juga minta jajaran Polda Sulteng meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Menurut Kapolda, jajaran reskrim harus menjadi salah satu komponen Polri yang memahami bahwa penegakkan hukum bukan semata-mata untuk menegakkan aturan dan perundang-undangan, namun penegakkan hukum merupakan sarana untuk mendorong terwujudnya kesiapan bangsa Indonesia menghadapi tantangan global. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga