Kamis, 20 Juli 2017

Panglima TNI tinjau pembangunan Dermaga Kapal Selam Palu

id Panglima
Panglima TNI tinjau pembangunan Dermaga Kapal Selam Palu
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) mendengarkan penjelasan Panglima Komando Armada Timur (Koarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto (ketiga kanan), saat mengecek pembangunan Pangkalan Stasion Kapal Selam di Palu, Jumt (9/6). (Foto:Antarasulteng/Basri Marzuki)
Palu  (Antara Sulteng) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meninjau fasilitas Dermaga Stasiun Bantu (Sionban) Kapal Selam di depan Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kelurahan Watusampu, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Jumat.

Tiba di dermaga sekitar pukul 11.00 WITA, Panglima TNI, diterima dalam satu upacara sederhana, kemudian melihat kondisi dermaga sekitar 30 menit.

Gatot didampingin Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Wakapolda Sulteng Kombes Pol Mohamad Aris Purnomo, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito dan sejumlah pejabat lainnya.

"Ini merupakan pangkalan yang sangat strategis, hanya pembangunannya belum selesai," kata Panglima Gatort kepada sejumlah wartawan.

ejumlah infrastruktur yang perlu disediakan lagi seperti pompa mekanik dan elektrik untuk pengisian daya kapal selam.

Pangkalan kapal selam dibangun di berbagai tempat salah satunya di Palu dan hanya di Palu dengan kondisi terbuka seperti ini, yang lain kondisinya tertutup, katanya.

Menurut Gatot, pembangunan ini berdasarkan perkembangan situasi, namun yang menjadi prioritas dalam pembangunan adalah pulau-pulau terluar.

ia mengatakan semua dermaga kapal selam tidak bisa dibangun secara serempak dengan melihak kondisi ekonomi saat ini.

Dermaga Sionban Kapal Selam memiliki spesifikasi dengan panjang 73,6 meter, panjang talud 164,7 meter, kapasitas/DWWT 4000 ton, daya terpasang PLN 1.730 KVA, kapasitas Genset 1 x 800 KVA dan 1 x 500 KVA.

Kemudian Kapasitas Moorning Lier 2 x 50 KN, kapasitas crane gedung 5 ton dan kapasitas crane shelter 2 ton.

Dermaga ini dapat disinggahi oleh kapal selam kelas Changbogo dengan spesifikasi panjang 61 meter, diameter 6,3 meter, draft 5,5 meter, tinggi 12,47 meter dan berat 1400 ton.

Dermaga Sionban kapal selam dibangun tahap I tahun anggaran 2015 dengan sumber dana APBN sebesar Rp21,16 miliar. Tahap II dilaksanakan tahun 2016 dengan sumber dana APBN sebesar Rp81,51 miliar.

Tahap III direncanakan tahun anggaran 2018 dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp92,8 miliar. (skd) 

Editor: Adha Nadjemudin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga