Parigi Moutong hanya terima 3,7 persen dari 5.316 pelamar CPNS

id Seleksi cpns, parigi moutong

Parigi Moutong  hanya terima 3,7 persen dari 5.316 pelamar CPNS

Panitia memeriksa peserta sebelum masuk ruang karantina mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT), di Parigi, Selasa (25/2/2020). (ANTARA/Moh Ridwan)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hanya menerima 3,7 persen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari 5.316 pelamar yang ikut ujian seleksi.

"Kami membuka sekitar 200 formasi dan jumlah pelamar membludak hingga 5.316 orang yang ikut ujian seleksi CPNS," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Parigi Moutong Ahmad Saiful di sela-sela tes Computer Assisted Test (CAT), di Parigi, Selasa.

Formasi CPNS tahun 2020 di Pemkab Parigi Moutong terbanyak di Sulawesi Tengah dibandingkan Kabupaten Sigi dan Tojo Una-Una yang hanya 100 lebih formasi sehingga kabupaten itu menjadi sasaran pencari kerja dari berbagai daerah.

Pada seleksi tahun 2019, pelamar yang ikut tes CAT CPNS Parigi Moutong hanya sekitar 2.800 orang, dibanding tahun ini, jumlah pelamar meningkat pesat.

Di samping itu, sejumlah daerah di provinsi tersebut seperti Kabupaten Poso, Banggai dan Kota Palu tidak membuka formasi CPNS, termasuk Pemerintah Sulawesi Tengah.

Sebanyak 200 formasi yang dibuka terdiri dari tenaga pendidik 139 formasi, tenaga kesehatan 38 formasi, tenaga teknis 18 formasi dan penyuluh pertanian lima formasi.

"Dari empat formasi yang di buka, formasi tenaga pendidik tertinggi di susul tenaga kesehatan. Ini sesuai kebutuhan daerah," katanya.

Tes seleksi CPNS berbasis CAT di Parigi Moutong akan berlangsung empat hari mulai 25-28 Februari 2020, dimana setiap sesi di ikuti 300 peserta. Petugas pengawas ujian melibatkan tim seleksi nasional dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sebagai panitia teknis.

Menurut dia, penggunaan tes berbasis CAT yang di terapkan pemerintah pusat selama ini pada seleksi CPNS, dijamin keakuratan termasuk menghindari tindakan kecurangan yang mungkin dilakukan peserta.

"Proses tes ini sangat ketat, selama mereka mengikuti ujian, para peserta tidak boleh membawa telepon seluler, barang mengandung logam termasuk uang. Peserta hanya dibolehkan membawa kartu ujian dan KTP untuk kepentingan registrasi," kata Ahmad.

Bagi mereka yang dinyatakan lulus tes CAT berdasarkan nilai ambang batas yang menjadi penentu nilai kelulusan, selanjutnya peserta akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang akan dijadwalkan panitia setelah tes CAT selesai.*
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar