Sebagian warga Palu baru daftarkan rumah rusak akibat bencana

id korban,gempa

Sebagian warga Palu baru daftarkan rumah rusak akibat bencana

Salah satu contoh bangunan rumah tahan gempa yang dibangun di lokasi tanah milik korban bencana alam gempa di Kota Palu. (Foto Antara/Anas Masa

Masih banyak warga yang datang ke kantor kelurahan untuk menyerahkan data kerusakan rumah
Palu (ANTARA) - Sejumlah warga di Kota Palu mengaku baru mendaftarkan rumahnya yang rusak ke kelurahan masing-masing setelah sebelumnya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan dana stimulan rumah rusak akibat gempa, tsunmai dan likuefaksi yang melanda kota itu pada 28 September 2018. 

Ny Yerit, salah seorang warga Jalan Kancil Palu, Tatura Selatan, Jumat, mengatakan pemerintah kota masih menyediakan ruang bagi warga yang rumahnya rusak dan belum masuk ke dalam daftar penerima stimulan.

Ibu rumah tangga itu mengatakan, saat pendataan pertama dilakukan instansi terkait, dirinya bersama keluarga sedang tidak ada di tempat.

"Kami saat itu sedang ada di luar kota sehingga data kerusakan rumah kami tidak masuk dalam data base," katanya.

Karena tidak terdata, ia mencoba mendatangi kantor BNPB/BPBD dan diarahkan untuk memasukan data kerusakan bangunan dengan menyertakan foto kerusakan bangunan, pelunasan PBB, foto copi KTP dan Kartu Keluarga, dan diserahkan ke kelurahan.

"Karena kami di Tatura Selatan, maka berkasnya diserahkan ke kantor lurah Tatura Selatan," katanya.

Baca juga: BPBD Palu mulai serahkan dana stimulan rumah rusak tahap dua
Baca juga: Sigi target penyaluran stimulan tahap dua berakhir Maret 2020


Hal senada juga dikemukakan Ny Marlin. Sebelumnya, rumah keluarga Marlin yang rusak tidak masuk dalam daftar penerima dana bantuan stimulan rumah rusak.

Karena tidak masuk, ia kemudian mendatangi kantor BNPB/BPBD, dan diarahkan agar melengkapi data dan mendaftarkan di kantor kelurahan. 

"Saya sudah masukan dan berharap pada penyaluran dana stimulan tahap berikutnya sudah mendapatkan dana dimaksud," katanya.

Isma, kepala seksi di Kantor Kelurahan Tatura Selatan membenarkan masih banyak rumah korban yang belum mendapatkan bantuan dana stimulan khususnya kategori rusak ringan dan sedang.

"Masih banyak warga yang datang ke kantor kelurahan untuk menyerahkan data kerusakan rumah," katanya.

Dia mengatakan pemerintah masih memberikan peluang bagi warga yang rumahnya belum terdata agar segera memasukkan datanya ke kantor kelurahan dilengkapi dengan dokumen kerusakan dan identitas pemilik.

Dia mengatakan pihak kelurahan akan meneruskan data tersebut ke pihak berkompoten untuk diverifikasi.

Saat ini pemerintah sedang mencairkan bantuan stimulan tahan II bagi rumah rusak sedang dan ringan.***3***
(T.BK03/)
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar