Asosiasi penyelenggara haji dan umroh minta pemerintah ada solusi

id umrah banjarmasin

Asosiasi penyelenggara haji dan umroh minta pemerintah ada solusi

Jamaah umrah Taibah Semesta Wisata tour dan travel Banjarmasin. (Antara/Semesta Wisata tour dan travel)

Banjarmasin (ANTARA) - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh RI (Amphuri) minta kepada pemerintah berperan dalam mencarikan solusi, terkait ditangguhkannya kegiatan umrah oleh Pemerintah Saudi sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona masuk ke negara tersebut.

Owner PT Taibah Semesta Wisata Tour & Travel, H Rudi Rahmadi, yang menjadi anggota Amphuri Jumat, mengaku sangat terkejut adanya kebijakan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang menghentikan sementara masuknya orang ke negaranya termasuk jamaah umrah.

"Kebijakan ini akan sangat 'memukul' bagi penyelenggara umrah, karena akan berdampak pada perubahan teknis terhadap jamaah umrah, yang semuanya berkonsekuensi pada jadwal dan biaya-biaya," kata H Ujang, sapaan akrab H Rudi Rahmadi.

Diakuinya, travel miliknya belum terdampak atas kebijakan yang mendadak tersebut, karena 39 orang jamaah yang menunaikan ibadah umrah dengan pembimbing Ustadz Sulikan sudah berangkat 17 Februari dan kini sudah di Mekah.

Namun keprihatinan sangat dirasakan bagi para pelaku usaha umrah lainya, karena banyak travel lainnya yang sedang dalam perjalanan membawa jamaahnya terpaksa dikembalikan karena Saudi tidak menerima setiap kedatangan yang masuk ke Tanah Suci itu.

"Padahal sebagian besar biaya-biaya sudah ditunaikan oleh penyelenggara, sementara perjalanan jamaah tidak bisa dilanjutkan," sela H Ujang yang juga menjadi anggota Amphuri.

Untuk menghindari kerugian besar dan menjamin keberlangsungan ibadah umrah bagi jamaah, H Ujang dan para pelaku usaha serupa, mendesak kepada pemerintah turun tangan dalam menyikapi permasalahan ini, dengan orientasi pada solusi terbaik.

Mengutip rekomendasi asosiasi tempat ia bernaung, agar setiap penyelenggara haji dan umrah khususnya anggota Amphuri, agar menginformaikan kepada calon jamaah umrah yang sudah terdaftar dan akan berangkat untuk menerima dan memahami kondisi ini dengan penuh kesabaran dan bertawakal.

"Pada saat Pemerintah Saudi Arabia membuka kembali, agar melakukan reschedule (jadwal ulang) reservasi seperti pembukaan pesawat, hotel, transportasi dan lain-lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan umrah," tegas H Ujang.

Bersamaan itu, adanya penangguhan ini, diharapkan calon jamaah tidak membatalkan, tapi melakukan penjadwalan ulang waktu keberangkatannya sesuai dengan jadwal yang tersedia.

Selain itu, tetap melakukan koordinasi asosiasi (Amphuri) mengenai perkembangan informasi selanjutnya, termasuk melaporkan mengenai jumlah calon jamaah umrah yang terdaftar baik yang sudah mendapat visa, tiket atau yang belum.

Amphuri tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait antara lain kedutaan besar Saudi Arabia di Jakarta, Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Ditjen Imigrasi, maskapai penerbangan, provider visa di Saudi Arabia agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dengan kondisi ini.

Sebagai informasi, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya. Hal itu diungkapkan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada, Kamis waktu setempat.

Keputusan penangguhan sementara sebagai upaya pemerintah Arab Saudi mencegah penyebaran virus corona. Penangguhan itu pun atas rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Penangguhan ini berlaku untuk semua negara termasuk Indonesia.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar