Gereja di Palu dukung kebijakan pemerintah terkait wabah COVID-19

id gereja

Gereja di Palu  dukung kebijakan pemerintah terkait wabah COVID-19

Salah satu rumah ibadah ( gereja ) yang ada di Kota ,Palu, Sulawesi Tengah. ANTARAAnas Masa

Palu (ANTARA) - Gereja-gereja di Palu, Sulawesi Tengah mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait upaya pencegahan virus COVID-19 dengan menghentikan semua bentuk ibadah di gereja.

"Kami mulai minggu ini sampai batas waktu yang ditetapkan pemerintah tidak melaksanakan ibadah di gereja," kata Vani, salah seorang jemaat salah satu gereja di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan,  baik ibadah raya setiap minggu maupun ibadah komisi/kelompok kaum bapa (KP) dan kaum wanita (KP) juga sementara waktu dihentikan.

Selain memang sudah ada imbauan dari pemerintah dan maklumat dari kepolisian juga sudah ada pengumuman dari pihak Sinode GKST.

Sinode GKST (Gereja Kristen Sulawesi Tengah) yang berkedudukan di Tentena, Kabupaten Poso telah menginstruksikan kepada seluruh gereja GKST di Sulteng untuk menghentikan sementara ibadah di gereja dan mengimbau jemaat untuk tetap berdoa di rumah masing-masing.

"Juga mengimbau jemaat untuk mengurangi aktivitas di luar dan menghindari mengunjungi tempat-tempat keramaian," kata dia.

Hal senada juga disampaikan pimpinan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kalvari Palu, pendeta Ny Nety Malaha yang mengatakan, meniadakan sementara ibadah kelompok yang selama ini rutin dilaksanakan sepekan seperti kebaktian rumah tangga, kaum pria, kaum wanita dan kaum muda.

"Kita off dulu mengingat wabah COVID-19 semakin meluas ke berbagai daerah, meski di Sulteng belum ada warga yang dinyatakan positif virus corona," kata dia.

Dia juga mengajak kepada jemaat untuk tetap waspada dan lebih baik tinggal di rumah, jika tidak ada keperluan yang mendesak keluar rumah.

Di rumah manfaatkan waktu untuk berdoa bagi bangsa dan negara ini terutama para tenaga-tenaga medis dan para medis yang berada di garis depan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang terinfeksi virus corona.

"Kita doakan mereka agar dijauhkan dari virus tersebut," katanya.

Wabah virus corona, menurut sebagai tanda peringatan Tuhan kepada umat manusia agar semakin meningkatkan diri kepada Yang Maha Kuasa dan menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan dan dosa.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar