Apindo minta Pemprov Sulteng awasi bahan pokok di tengah wabah COVID-19

id Apindo Sulteng,COVID-19,Corona

Apindo minta Pemprov Sulteng awasi bahan pokok di tengah wabah COVID-19

Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Achrul Udaya (kedua dari kanan) (Foto Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sulawesi Tengah, Achrul Udaya meminta pemerintah daerah mengawasi ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok di pasaran agar tetap stabil dan terkendali di tengah wabah virus corona atau COVID-19.

"Jangan sampai stok menipis  dan harga melambung, sebab hal itu bisa saja terjadi karena masyarakat panik akan musibah nonalam virus corona yang terjadi membuat adanya aksi borong barang kebutuhan sehari-hari," katanya di Palu, Kamis.

Achrul meminta instansi terkait, termasuk satgas pangan di seluruh kabupaten/kota di Sulteng mengawasi secara ketat agar distributor maupun pedagang tidak memanfaatkan situasi buruk ini dengan menimbun maupun menaikkan harga.

Menurut dia, bahan kebutuhan pokok harus mendapat perhatian serius karena menyangkut kebutuhan utama masyarakat.

Jika stok menipis dan harga melonjak tajam, maka akan semakin meresahkan masyarakat di tengah-tengah upaya pemerintah pusat dan daerah berjuang keras memerangi wabah corona yang kini menjadi momok paling menakutkan di seluruh dunia.

Dia mengatakan stok berbagai jenis kebutuhan pokok di pasaran harus tetap tersedia dalam jumlah memadai agar masyarakat nyaman dan tidak panik menghadapi kondisi yang sedang terjadi saat ini.

Apalagi, kata dia, ke depan akan memasuki bulan puasa dan lebaran, dimana kebutuhan masyarakat terhadap beberapa komoditas pangan dan lainnya dipastikan meningkat.

Saat permintaan meningkat, biasanya para pedagang mengambil kesempatan menaikkan harga dengan berbagai alasan. 

Karena itu, kata Achrul peran tim pengendali inflansi daerah (TPID) dan satgas pangan di tingkat provinsi sampai kabupaten/kota di Sulteng sangat diperlukan.

Pantauan di Pasar Masomba Palu dalam beberapa hari terakhir ini, terlihat warga memborong beberapa kebutuhan, salah satunya ikan asin menyusul adanya isu pasar akan ditutup dari aktivitas keseharian.

Ny Lus, seorang ibu rumah tangga membenarkan membeli ikan asin dalam jumlah besar, karena ada informasi bahwa pusat perbelanjaan akan ditutup sementara menyusul wabah virus corona.

"Saya bersama beberapa ibu lainnya membeli  beberapa kebutuhan sehari-hari dengan stok yang cukup untuk beberapa hari ke depan," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Ny Marlin. Ia mengatakan karena ada informasi pasar akan ditutup, maka untuk menjamin stok beberapa kebutuhan yang diperlukan di rumah, ia juga berbelanja dengan jumlah yang banyak.

"Saya juga khawatir jangan sampai kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok menyusul kondisi dan situasi yang terjadi terkait virus COVID-19," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar