Pemprov Sulteng minta masyarakat tidak lakukan aksi borong sembako

id pemprov,Aksi borong

Pemprov Sulteng minta masyarakat tidak lakukan aksi borong sembako

Bulog Sulteng menjamin stok beras digudang cukup aman. Sorang buruh memikul beberapa karung beras untuk dimasukan ke dalam gudang Bulog yang ada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur. (Foto Antara/Anas Masa).

Masyarakat tetap tenang, sambil waspada. Tak perlu sampai ada aksi borong sembako dan kebutuhan lainnya
Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meminta masyarakat di daerah itu tidak panik lalu melakukan aksi borong kebutuhan pokok di tengah ancaman wabah COVID-19.

"Masyarakat tetap tenang, sambil waspada. Tak perlu sampai ada aksi borong sembako dan kebutuhan lainnya," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin Hak, di Palu, Jumat.

Dia mengatakan pemerintah terus berupaya mengatasi wabah corona dan menjamin ketersediaan barang/bahan kebutuhan pokok  di pasaran sehingga tetap tersedia dalam jumlah memadai.

"Saya imbau hindari aksi borong karena hal itu bisa berpengaruh besar terhadap ketersediaan dan juga memicu kenaikan harga di tingkat pengecer," kata Zainuddin.

Dia menambahkan pada umumnya stok berbagai kebutuhan pokok masyarakat di pasaran cukup tersedia dalam jumlah yang aman.

Kecuali, gula pasir, kata dia, memang stok di pasaran semakin berkurang sehingga memicu harga komoditas itu bergerak naik cukup tajam.

"Kami mendapat laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kabupaten Banggai, harga gula pasir di pasaran setempat saat ini sudah mencapai Rp21.000/kg," katanya.

Di Kabupaten Poso harga gula pasir Rp20.000/kg dan di Palu juga mengalami kenaikan cukup tinggi bervariasi dari  Rp18.000/kg sampai Rp20.000/kg.

Namun pemerintah pusat kata Zainuddin, sudah melakukan impor gula pasir dan pemerintah daerah berharap sebelum memasuki lebaran 2020, gula pasir impor sudah didistribusikan ke daerah-daerah, termasuk Sulteng.

Zainuddin menambahkan sesuai rakornas beberapa waktu lalu, telah dibahas soal impor tiga komoditas yakni gula pasir, bawang putih, dan bawang bombai guna memenuhi kebutuhan masyarakat  dan mengantisipasi kenaikan harga di pasaran.

"Jadi saya dengar langsung dalam rakornas bahwa komoditas bawang putih yang akan diimpor dijamin aman," katanya.

Selama ini, memang khusus bawang putih diimpor dari China.

"Tapi sudah dipastikan bahwa bawang putih tidak terkontaminasi virus covid-19 sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat ," ujarnya.

Pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan baik di pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Palu dalam beberapa hari ini terlihat cukup ramai.

Kebanyakan warga membeli berbagai kebutuhan secara berlebihan karena khawatir kehabisan stok menyusul situasi yang terjadi saat ini terkait wabah virus corona.

Warga membeli beberapa kebutuhan paling pokok seperti beras, minyak goreng, telur, ikan asin, dan kebutuhan lainnya.

Seperti diungkapkan Ny Marlin, seorang ibu rumah tangga yang membeli beberapa kebutuhan dalam jumlah banyak karena khawatir terjadi kelangkaan barang/bahan terutama bahan kebutuhan pokok di pasaran menyusul wabah virus covid-19 yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat.

Apalagi mendengar bahwa di Palu sudah ada seorang warga positif terinfeksi virus corona semakin menambah rasa takut dan panik di tengah-tengah masyarakat di Ibu Kota Provinsi Sulteng.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar