Sulteng harap jatah gula impor bisa tekan kenaikan harga

id gula

Sulteng harap jatah gula impor bisa tekan kenaikan harga

Warga berbelanja gula pasir di pasar murah yang digelar Pemprov Sulteng beberapa waktu lalu. (Foto Antara/Anas Masa).

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat berharap bisa mendapatkan jatah impor gula pasir dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan dapat menekan gejolak harga di pasaran yang terus bergerak naik.

"Kita sangat berharap distribusi gula pasir impor melalui Bulog segera masuk Sulteng, sehingga sebelum lrbaran nanti stok cukup dan harga di pasaran kembali normal," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Zainuddin Hak di Palu, Jumat.

Menurut dia, harga gula pasir di pasaran dalam beberapa pekan terakhir ini bergerak naik hingga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

Ia menyebutkan harga gula pasir di tingkat pengece saat inir mencapai sekitar Rp20.000/kg.

Kenaikan harga itu dipicu karena stok gula pasir di tingkat distributor hingga pengecer cenderung menipis, sementara permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan tersebut cukup tinggi.

 "Sebenarnya stok gula pasir di pasaran masih cukup tersedia, hanya saja harganya terus bergerak naik," katanya.

Sebelumnya Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Sulteng Akhmad Ronni Anwar mengatakan gudang saat ini tidak lagi memiliki stok gula paair, sehingga pihaknya masih menunggu jatah gula impor

Ia menyebutkan Bulog Sulteng mendapat alokasi gula impor sebanyak 900 ton, dan diharapkan bisa segera terealisasi, sehingga gula impor itu terdistribusi ke Sulteng, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi Lebaran 2020.

"Selain itu juga diharapkan dapat menstabilkan harga gula di pasaran yang saat ini mengalami kenaikan tajam menyusul makin berkurangnya stok, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat," ujarnya.

Umumnya stok gula pasir yang masih dijual di pasaran saat ini merupakan produksi pabrik gula dari Provinsi Gorontalo.

Pimpinan CV Garindo, salah satu distributor gula pasir di Kota Palu, Jemmy Hosan juga mengatakan pihaknya saat ini tidak memiliki stok gula.
"Kami sudah lama tidak menjual gula, sebab stok habis.Kami sekarang ini hanya menjual tepung terigu," ujarnya.

Dia juga mengatakan gula pasir yang ada di pasaran sekarang ini didatangkan distributor dari Provinsi Gorontalo.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar