Gubernur: Poso Bukan Sarang Teroris

id longki djanggola, poso, teroris

Gubernur Sulteng Longki Djanggola (FOTO ANTARA/Fiqman Sunandar)

Palu (antarasulteng.com) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyatakan Kabupaten Poso bukanlah sarang teroris seperti yang banyak disebut saat ini sehingga menimbulkan kesan seram bagi masyarakat luar.

"Saat ini hanya ada belasan buronan kasus teroris di Poso, jadi Poso tidak bisa disebut sebagai sarang teroris," katanya saat menghadiri Musyawarah Daerah ke-2 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu.

Dia berharap para buronan kasus kekerasan di Poso bisa segera menyerahkan diri kepada aparat keamanan agar keamanan di kabupaten tersebut tetap terjaga.

Kepada para buronan tersebut, ia meyakinkan untuk tidak ragu menyerahkan diri karena hal itu akan mendapatkan apresiasi yakni dianggap membantu proses hukum.

"Jangan takut disiksa atau dipukuli kalau menyerahkan diri karena itu bukan zamannya lagi," katanya.

Selain itu, Longki juga berharap peran media untuk bisa membantu memberitakan keamanan dan kedamaian di Kabupaten Poso.

"Melalui media juga bisa disampaikan imbauan agar para buronan itu menyerahkan diri," katanya.

Mantan Bupati Parigi Moutong ini juga berharap pemberitaan kondusif tetap didorong agar keamanan yang telah tercipta di Kabupaten Poso tetap berlangsung.

Sementara itu, anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siane Indriani berharap media bisa jujur dalam memberitakan sebuah kejadian, terutama yang berkaitan dengan konflik di Kabupaten Poso agar bisa segera berakhir.

"Ambil akar masalahnya agar semuanya jelas, jangan sepotong-potong yang justru memperkeruh situasi," katanya.

Dia juga meminta media tidak turut memproduksi berita kekerasan yang kemudian ditonton di ruang keluarga.

Saat ini ada sekitar 16 buron kasus kekerasan di Kabupaten Poso yang diburu aparat keamanan.

Buronan di bawah pimpinan Santoso itu saat ini diperkirakan masih berada hutan di Kabupaten Poso.

Sementara itu, aparat keamanan juga gencar melakukan pencarian dan melakukan razia di sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian buronan.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar