Pelari Inggris Desiree Henry utamakan kesehatan ketimbang Olimpiade Tokyo

id desiree henry,olimpiade,atletik

Pelari Inggris Desiree Henry utamakan kesehatan ketimbang Olimpiade Tokyo

Ilustrasi: Sejumlah wanita mengenakan masker untuk mencegah virus corona saat melintas di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, (27/2/2020). ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmetha/aa. (REUTERS/Athit Perawongmetha/Athit Perawongmetha)

Kami bukan sekedar atlet yang ingin menghibur banyak orang. Kami juga manusia yang punya keluarga dan kehidupan yang harus dijalani. Saya ingin semua atlet sehat. Tahun depan, kalau pandemi ini belum berakhir, saya akan tetap mengutamakan kesehatan d

Jakarta (ANTARA) - Pelari Inggris Desiree Henry mengaku akan lebih mengutamakan kesehatannya beserta keluarganya dari pada penampilannya di Olimpiade Tokyo tahun depan apabila pandemi COVID-19 belum berakhir.

Perempuan berusia 24 tahun itu pun mengajak seluruh atlet di dunia agar tidak mengorbankan kesehatannya masing-masing demi Olimpiade Tokyo yang baru akan digelar pada Juli hingga Agustus tahun depan.

“Kami bukan sekedar atlet yang ingin menghibur banyak orang. Kami juga manusia yang punya keluarga dan kehidupan yang harus dijalani. Saya ingin semua atlet sehat. Tahun depan, kalau pandemi ini belum berakhir, saya akan tetap mengutamakan kesehatan diri sendiri karena saya punya keluarga,” kata Henry dikutip dari laman Reuters.

“Saya akan mengundurkan diri, karena saya tidak mau mengorbankan diri demi sebuah kompetisi olahraga. Saya ingin mengajak seluruh atlet untuk memikirkan hal-hal selain olahraga. Ingatlah selalu bahwa atlet juga manusia, yang dicintai oleh masyarakat dan keluarganya sendiri,” sambung Henry.

Sementara itu, akibat aturan lockdown di Inggris yang mewajibkan agar tempat-tempat olahraga ditutup, peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu pun diminta supaya tetap melakukan latihan sehari-hari di sebuah lapangan golf di London.
 

Lebih lanjut, dia mengaku tak khawatir apabila nantinya tidak bisa tampil maksimal di Olimpiade Tokyo. Menurut dia, penundaan Olimpiade itu pasti juga membuat banyak atlet lain terpukul, terutama jika menjadi turnamen terakhir mereka sebelum pensiun.

“Penundaan Olimpiade Tokyo akan terasa berat bagi atlet-atlet yang hendak pensiun. Mereka pasti ingin mencetak prestasi besar untuk terakhir kalinya. Sedangkan saya masih muda dan saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Saya masih bisa meningkatkan potensi diri,” pungkas Henry.
 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar