Haris Rengga Resmi Jabat Bupati Morowali Utara

id haris rengga

Penjabat Bupati Morowali Utara Drs Abdul Haris Rengga, MSi (kedua kiri) berfoto bersama tokoh masyarakat Morowali Utara usai pelantikannya di Gedung Kemendagri Jakarta, Rabu (23/10). (Istimewa)

Haris Rengga merupakan birokrat senior dari Kabupaten Poso yang belum setahun ditarik ke Pemprov Sulawesi Tengah sebagai Staf Ahli Gubernur."
Jakarta (antarasulteng.com) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta, Rabu, melantik Drs Abdul Haris Rengga, MSi sebagai penjabat Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang baru diresmikan menjadi daerah otonom baru yang terpisah dari Kabupaten Morowali.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele, dan Bupati Morowali Anwar Hafid menghadiri acara tersebut bersama puluhan tokoh masyarakat dan warga Morowali Utara yang memenuhi halaman kantor Kemendagri.

Kepala Biro Humas Pemprov Sulteng Andi Syahrul Yotolembah yang menghadiri acara tersebut mengemukakan bahwa pelantikan Haris Rengga dilakukan bersamaan dengan pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur Maluku dan Maluku Utara serta penjabat Bupati Konawe Kepulauan di Sulawesi Tenggara dan Musi Rawas Utara di Sumatera Selatan.

Menurut Andi Syahrul, usai dilantik di Jakarta, Abdul Haris Rengga yang sehari-hari menjabat Staf Ahli bidang Pembangunan Setdaprov Sulteng itu akan langsung bekerja melaksanakan tugas pokoknya di Kolonodale, Ibu Kota Morowali Utara.

Ia mengemukakan bahwa Gubernur Sulawesi Tengah sebelumnya mengusulkan ke Mendagri tiga nama calon penjabat Bupati Morowali Utara yakni Bunga Elim Somba (Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setprov Sulteng), Abdul Haris Rengga (Staf Ahli Gubernur bidang Pembangunan) dan Ikhsan (Kepala Biro Otonomi daerah Setprov Sulteng).

"Saya kira Haris Rengga tepat untuk memimpin Morowali Utara karena yang bersangkutan pernah menjadi camat di Kolonodale yang akan menjadi ibu kota kabupaten itu," ujarnya.

Haris Rengga merupakan birokrat senior dari Kabupaten Poso yang belum setahun ditarik ke Pemprov Sulawesi Tengah sebagai Staf Ahli Gubernur.

Penjabat Bupati Morowali Utara, kata Syahrul, memiliki tugas pokok membentuk perangkat pemerintahan daerah mulai dari satuan kerja perangkat daerah sampai DPRD serta mempersiapkan pelaksanaan pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati definitif.

Soal Pilkada Morowali Utara, katanya, baru akan terlaksana setelah Pemilu Legislatif 2014.

Dalam pemilu legislatif nanti, Morowali Utara masih bergabung dengan daerah induknya kabupaten Morowali dan setelah itu baru diatur pembentukkan DPRD Morowali Utara berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2014.

Kabupaten Morowali Utara ditetapkan sebagai daerah otonom baru yang terpisah dari Kabupaten Morowali pada Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta pada Jumat, 12 April 2013 dan diatur dalam UU No.12 Tahun 2013 tanggal 11 Mei 2013.

Wilayah Morowali Utara mencakup 18.252 kimometer persegi, meliputi 10 kecamatan dan 135 desa dengan jumlah penduduk 106.019 jiwa dan beribu kota di Kolonodale, sekitar 450 kilometer tenggara Kota Palu, Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. (R007)

Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar