"Five Minutes" Ajak Warga Palu Jaga Kedamaian

id Five minutes, palu, damai

Vokalis Five Minutes Richie Setiawan (kanan) didampingi gitaris Roel Hilman saat memberi keterangan pers di Palu, Jumat (15/6). (FOTO ANTARA/Mohammad Hamzah)

Palu - Vokalis Five Minutes Richie Pramayuda Setiawan mengajak warga Kota Palu untuk senantiasa menjaga perdamaian di wilayahnya.

"Mari kita tunjukkan Kota Palu adalah kota yang ramah dan damai kepada semua orang," kata Richie saat jumpa pers di Palu, Jumat.

Vokalis kelahiran Bandung, 18 Mei 1983 ini mengaku pernah mendengar adanya sejumlah kasus tawuran atau bentrok antarwarga yang terjadi di Kota Palu, dan itu membuat citra Ibu Kota Sulawesi Tengah ini menjadi tercoreng.

Karena itu, Richie mengajak seluruh masyarakat Palu untuk tetap menjaga kerukunan terutama saat Five Minutes tampil di Kota Palu bersama Superman Is Dead, Sabtu (16/6).

Five Minutes adalah grup musik beraliran pop rock asal Bandung yang saat ini telah menghasilkan sembilan album. Sementara Superman Is Dead adalah grup musik beraliran punk rock yang berasal dari Bali.

Richie juga berharap saat pertunjukan di Stadion Gawalise Palu, penonton dapat bersikap tertib mengingat Five Minutes dan Superman Is Dead mengusung aliran musik berbeda dan memiliki penggemar yang berbeda pula.

Dia berharap para fivers (sebutan penggemar Five Minutes) dan OutSIDers (sebutan penggemar Superman Is Dead) agar bisa saling menghargai saat kedua grup band itu tampil satu panggung.

Rencananya setiap grup band akan bergantian tampil setelah masing-masing membawakan tiga buah lagu.

Lagu-lagu Five Minutes yang sudah akrab di telinga penggemarnya antara lain, Aisyah, Semakin Kukejar Semakin Kau Jauh, Selamat Tinggal dan Salam Terakhir. Sementara tembang milik Superman Is Dead yang menjadi andalan antara lain Kuta Rock City, Punk Hari Ini, Muka Tebal, Bukan Pahlawan, dan Jika Kami Bersama. (R026)

Editor : Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar