Pembukaan rekening saham di pasar modal Sulteng turun 40 persen

id Bei, sulteng, pasar modal

Pembukaan rekening saham di pasar modal Sulteng  turun 40 persen

Dok- Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah, Dendi Faisal Amin memaparkan capaian program pasar modal sepanjang tahun 2019 kepada sejumlah jurnalis di Palu, Sabtu (25/1/2020). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sulawesi Tengah mengatakan pembukaan rekening bank bagi investor baru di pasar modal provinsi itu mengalami penurunan hingga 40 persen dipicu dampak penyebaran COVID-19.

"Penurunan ini cukup signifikan dibanding beberapa bulan terakhir di masa tanggap darurat COVID-19," ungkap Kepala Perwakilan BEI Sulteng Dendi Faisal Amin, di Palu, Rabu.

Menurut Dendi, sejak empat bulan terakhir investasi di lantai bursa saham sangat berpengaruh, terbukti pembukaan rekening investor lesu, dibanding pada situasi normal.

Di samping itu, pandemi COVID-19 juga berdampak pada capaian pertumbuhan investasi di pasar modal tahun 2020 di Sulteng yang ditarget sekitar 1.500 investor.

BEI mencatat, pada Bulan Januari lalu terjadi penambahan hanya sekitar 85 investor, sedangkan Bulan Februari hanya bertambah 38 investor, padahal BEI berencana ingin melampaui capaian realisasi tahun 2019 sebanyak 3.101 investor

"Saat ini jumlah investor yang riil menanam saham di bursa efek Sulteng baru mencapai 3.349 investor. Itu artinya masih jauh dari rencana capaian penambahan 1.500 investor tahun ini," jelasnya.

Dendi memaparkan, selain penurunan pembukaan rekening bank bagi investor baru, transaksi di lantai bursa saham juga ikut melemah, namun tidak terlalu signifikan hanya antara satu hingga dua persen.

"Tercatat transaksi terjadi pada April lalu hanya sebesar Rp111 miliar per bulan yang sebelumnya transaksi di Bulan Februari sebesar Rp112 miliar per bulan. Itu artinya nilai transaksi mengalami penurunan sekitar Rp1 miliar," kata dia menambahkan.

Guna meningkatkan nilai transaksi, BEI masih memanfaatkan galeri investasi yang sudah ada di tiga perguruan tinggi di provinsi itu, dimana sekitar 33 persen investor saham bursa efek di Sulteng adalah kalangan milenial usia 18-25 tahun.

"Biasanya rata-rata per bulan ada penambahan 100 hingga 120 investor baru pada situasi normal, namun saat ini justru tidak mampu menyentuh angka ratusan," demikian Dendi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar