PHRI Sulteng optimistis kenormalan baru bakal bangkitkan perekonomian

id Phri, optimis, ekonomi

PHRI Sulteng optimistis kenormalan baru bakal bangkitkan perekonomian

Salah satu fasilitas Hotel dan Restoran di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang tetap beroperasi ditengah pandemi COVID-19, meski sepi pengunjung dan tamu, Sabtu (30/5/2020).(ANTARA/Sulapto Sali).

Diberlakukan oleh pemerintah bahwa satu Juni adalah memasuki era baru atau tatanan normal baru, maka ini peluang memulihkan perekonomian nasional, termasuk Industri Pariwisata melalui resort hotel dan restoran
Palu (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah optimistis program kenormalan baru bakal bangkitkan perekonomian yang sebelumnya sempat loyo akibat adanya dampak wabah virus Corona.

"Diberlakukan oleh pemerintah bahwa satu Juni adalah memasuki era baru atau tatanan normal baru, maka ini peluang memulihkan perekonomian nasional, termasuk Industri Pariwisata melalui resort hotel dan restoran," kata Ferry Taula, Ketua PHRI Sulteng di Palu, Sabtu sore.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah yang memberi kelonggaran-kelonggaran untuk adanya mobilitas warga atau penduduk ditengah wabah COVID-19 ini, memberi potensi pergerakan pertumbuhan ekonomi.

"Dengan adanya mobil penduduk maka potensi untuk bergeraknya Industri hotel, resort dan restoran akan sangat baik kedepan," kata Ferry yang juga salah satu pengusaha Hotel dan Restoran di Kota Palu.

Ia menjelaskan, mobilitas penduduk dengan keberadaan industri Hotel dan Restoran saling menunjang dalam perputaran ekonomi.

"Artinya mobilitas penduduk itu penunjang untuk membaiknya bagi pelaku hotel dan restoran, disatu sisi hotel dan restoran marketnya adalah dimobilitas penduduk itu sendiri," ujarnya.

Sehingga katanya, kebijakan pemerintah yang melanggorkan ini, suatu kesempatan yang baik untuk memulihkan Industri hotel dan restoran.

Tentunya kata Ferry, kebijakan pemerintah ini harus disikapi dengan semangat dan sikap yang konsisten dalam penerapan protokol kesehatanan upaya pencegahan penularan COVID-19.

"Karena masih adanya wabah virus corona, pemerintah terapkan prosedur kesehatan yang dilakukan masyarakat, maka secara pribadi dan organisasi PHRI pasti mengedepankan keselamatan masyarakat luas," katanya.

Seperti, kata dia, ketika beraktivitas di luar rumah, wajib mengunakan masker, jaga jarak, sering cuci tangan mengunakan sabun atau hand sanitizer.

Ia menuturkan, para pelaku usaha hotel dan restoran yang tetap beroperasi selama pandemi COVID-19 telah menerapkan protokol kesehatan.

Seperti telah menyediakan sanitizer, pemakaian masker, jaga jarak antara tamu dan pegawai yang diawasi oleh petugas keamanan setempat.

Ketua PHRI ini mengajak pelaku usaha resort hotel dan restoran di wilayah Sulawesi Tengah untuk bangkit dan optimis dengan kebijakan pemerintah ini sebagai peluang untuk pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Pariwisata kehilangan pendapatan Rp60 triliun pada kuarta I
Baca juga: Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona

 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar