Pemkab Sigi ingatkan masyarakat waspada cuaca ekstrem

id bencana

Pemkab Sigi  ingatkan masyarakat waspada cuaca ekstrem

Ilustrasi - Dampak banjir bandang menerjang Kulawi pada Desember 2019 yang menelan dua korban jiwa. (ANTARA/Anas Masa)

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi mengingatkan masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kembali banjir dan tanah longsor karena cuaca ekstrem masih melanda daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini dan ke depan.

"Hampir semua wilayah di Sigi rawan banjir dan tanah longsor," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Asrul di Sigi, Sabtu.

Berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG), sejumlah wilayah di Sulteng berpotensi besar di guyur hujan deras disertai angin kencang.

Sigi, kata dia, termasuk daerah di Sulteng yang dalam beberapa pekan terakhir ini sering diguyur hujan lebat yang mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor di sejumlah desa.

Beberapa waktu lalu, banjir bandang kembali menerjang Desa Omu dan Tuva di Kecamatan Gumbasa. Bencana itu sempat memutuskan jalur Palu-Kulawi selama dua hari.

Banjir terjadi, menyusul hujan deras yang turun selama beberapa hari, sedangkan Sungai MIU di wilayah Gumbasa meluap sampai badan jalan dan permukiman warga.

Selain dua desa itu, ada juga sejumlah desa di Kecamatan Kulawi dan Dolo Selatan yang selama ini sering kali diterjang banjir bandang.

Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada dan segera mengungsi jika terjadi tanda-tanda banjir.

Kewaspadaan terjadinya bencana alam, katanya, terutama untuk masyarakat yang tinggal di dekat daerah aliran sungai (DAS). Mereka diminta lebih berhati-hati karena banjir sewaktu-waktu terjadi saat curah hujan di hulu sungai mengalami peningkatan.

Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapata dalam setiap kesempatan terus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Hutan dan alam, katanya, perlu dijaga dengan baik, sebab salah satu penyebab bencana alam karena fungsi hutan sudah menurun.

"Saya minta masyarakat jangan lagi merusak hutan dan alam. Sebaliknya, masyarakat menanam pohon di lahan-lahan terbuka maupun di pinggiran daerah aliran sungai," kata Bupati Irwan.

Ia menyebut Sigi daerah di Sulteng paling rawan bencana alam sehingga masyarakat harus belajar dan intropeksi diri atas bencana alam yang selama ini melanda daerah setempat.

"Karena dampak yang ditimbulkan dari bencana alam cukup besar dan sangat memprihatinkan kita semua, sebab selain kerugian materi, juga beberapa kali menelan korban jiwa," katanya.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar