Mobil ekspedisi terperosok di jalur Trans Sulawesi di Parigi Moutong

id Jembatan amblas, jalur trans sulawesi, balinggi, parigi moutong

Mobil ekspedisi terperosok di jalur Trans Sulawesi di Parigi Moutong

Alat berat jenis eksavator membatu proses evakuasi mobil ekspedisi yang terperosok di jembatan Desa Suli, Kecamatan Balinggi, Parigi Moutong, Minggu (28/6/2020). ANTARA/Moh Ridwan

Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 09.00 WITA. Jembatan itu sebelumnya sudah mulai amblas akibat banjir dan tergerus aliran sungai. Karena bobot muatan terlalu berat memperparah kondisi jembatan, akibatnya mobil tersebut terperosok
Parigi (ANTARA) - Satu mobil ekspedisi jenis truk bermuatan barang campuran terperosok di jalur Trans Sulawesi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akibat jembatan amblas.

Kapolsek Sausu Iptu Asse, di lokasi kejadian, Minggu menjelaskan mobil truk bermuatan barang campuran tersebut dari arah Kota Palu menuju Kabupaten Banggai. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

"Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 09.00 WITA. Jembatan itu sebelumnya sudah mulai amblas akibat banjir dan tergerus aliran sungai. Karena bobot muatan terlalu berat memperparah kondisi jembatan, akibatnya mobil tersebut terperosok," ungkap Asse.

Beberapa waktu lalu, wilayah tersebut sempat terendam banjir akibat aliran sungai tidak mampu menampung debit air cukup besar, akibatnya penyangga jembatan retak, lalu amblas.

Dari peristiwa itu, terjadi antrean kendaraan sekitar tiga jam dan polisi terpaksa mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif. Kendaraan tersebut baru bisa dievakuasi sekitar Pukul 13.30 WITA di bantu alat berat.

Umi Kalsum, Anggota DPRD Parigi Moutong Dapil V menyarankan pemerintah agar segera memperbaiki infrastruktur jembatan tersebut, karena menjadi jalur utama penghubung antar kabupaten dan lintas provinsi.

"Agar tidak terjadi hal yang buruk kami harap ini menjadi perhatian pemerintah, sebab jalan ini merupakan jalur utama," ujar Umi yang juga politisi Partai NasDem.
Pewarta :
Editor : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar