2.000 lebih pasien COVID-19 di Surabaya sembuh

id pasien COVID-19 sembuh,pemkot surabaya,COVID-19,normal baru,Ribuan pasien COVID-19 di Surabaya sembuh,Ribuan pasien COVI

2.000 lebih pasien COVID-19 di Surabaya sembuh

Dokumentasi - Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 membawa spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada tenaga medis saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya pekan lalu. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Jawa Timur menyebut angka kesembuhan pasien secara kumulatif sampai saat ini sudah mencapai 2.238 orang.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita, di Surabaya, Senin, mengatakan angka tersebut bergerak setiap harinya mengingat jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah.

"Pasien yang sembuh kebanyakan dirawat di Asrama Haji. Selain itu juga pasien rawat jalan atau isolasi mandiri di rumah maupun yang rawat inap di rumah sakit," katanya.

Febria mencontohkan pasien sembuh dalam satu hari pada Minggu (28/6) berjumlah 120 orang yang terdiri dari lima orang pasien rawat jalan isolasi mandiri, rawat inap rumah sakit 24 orang dan di Asrama Haji sebanyak 91 orang.

Sehingga, lanjut dia, secara kumulatif pasien COVID-19 di Surabaya mencapai 2.238 orang. "Tren kesembuhan pasien COVID-19 terus meningkat," ujarnya.

Untuk itu, Febria meminta kepada warga Surabaya terutama bagi pasien yang dinyatakan sembuh untuk tidak melepas atau mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Menurut dia, saat ini yang menjadi garda terdepan pemutusan penyebaran pandemi COVID-19 adalah masyarakat itu sendiri.

Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya berulang kali menegaskan bahwa saat ini yang utama adalah patuh pada protokol kesehatan itu sendiri.

"Masker jangan sampai dilepas, jaga jarak itu sangat penting. Cuci tangan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar