Balai BTNLL rencana buat simulasi kunjungan wisata di Danau Tambing

id simulasi

Balai BTNLL rencana buat simulasi kunjungan wisata di Danau Tambing

Kepala Balai TNLL, Ir Jusman. (Antara/Anas Masa)

Kita tidak mau kalau sampai lokasi wisata menjadi sumber munculnya klaster baru penyebaran virus corona
Palu (ANTARA) - Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Jusman berencana melaksanakan simulasi tahap pertama kunjungan wisatawan di objek wisata Danau Tambing, Kabupaten Poso, untuk 100 orang.

"Kita jadwalkan simulasi berlangsung pada 17 Juli 2020," katanya di Palu, Selasa.

Jusman menjelaskan awalnya pihak TNLL akan membuka kembali kunjungan wisata awal Juli 2020, namun batal karena hanya 29 lokasi objek wisata yang mendapat rekomendasi untuk dibuka kembali oleh Meteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tidak termasuk Danau Tambing.

Objek wisata yang sudah diminati banyak orang itu terletak di dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu di Desa Sedoa, Kabupaten Poso, di atas ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut.

Sebelum simulasi tahap pertama, kata dia, simulasi khusus untuk petugas TNLL sudah beberapa kali dilakukan.

"Kami sudah laksanakan simulasi kunjungan wisatawan diikuti semua petugas TNLL yang ada di lokasi wisata Danau Tambing," kata Jusman.

Baik simulasi secara khusus dilakukan petugas TNLL maupun simulasi tahap pertama kunjungan wisatawan pada 17 Juli 2020, semuanya berlangsung sesuai protokol kesehatan gugus COVID-19.

Untuk wisatawan baik lokal, nusantara, maupun mancanegara, pihak TNLL sebagai pengelola objek wisata di cagar biosfer Lore Lindu itu, telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasana, termasuk alat pelindung diri (APD) untuk para petugas.

Jusman didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Balai Besar TNLL, Armayanti, mengatakan sebelum wisatawan masuk ke lokasi, terlebih dahulu menjalani beberapa persyaratan seperti cuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Selanjutnya pemeriksaan kesehatan (suhu tubuh), mengisi data diri sebagaimana yang sudah disiapkan.

Setelah itu, menuju loket untuk pengambilan karcis masuk dan wajib pakai masker.

"Jika terbukti, pengunjung tidak menggunakan masker, maka bersangkutan tidak diperbolehkan masuk dalam areal destinasi. Kita tidak akan memberikan toleransi bagi wisatawan. Semua harus patuhi protokol kesehatan," Tegas Jusman.

Semua kebijakan tersebut dilakukan demi keselamatan jiwa petugas maupun wisatawan. 

"Kita tidak mau kalau sampai lokasi wisata menjadi sumber munculnya klaster baru penyebaran virus corona," ujarnya.

Dia mengatakan jika tahapan simulasi berjalan baik sesuai prosedur protokol kesehatan COVID-19, maka simulasi tahap kedua dan ketiga akan ditingkatkan jumlah kunjungan wisawatan sampai batas maksimal 30 persen dari jumlah pengunjung dalam kondisi normal.

Dalam kondisi normal sebelum wabah virus corona, jumlah wisatawan yang mengunjungi Danau Tambing setiap hari libur Sabtu dan Minggu mencapai 3.000 orang.

Danau Tambing diminati wiswatawan lokal maupun manca negara, karena di lokasi tersebut selain tempat kemping, juga mancing ikan, dan terdapat taman anggrek dan kantong semar endemik, serta objek pengamatan burung.

Selain mudah dijangkau lokasi wisata ini juga memiliki akses untuk mengamati dan mendengar kicauan ratusan jenis burung, termasuk 30 persen diantaranya, satwa endemik.

Jusman optimis, jika kondisi sudah benar-benar normal akan semakin banyak wisatawan yang datang ke lokasi wisata itu.

Menurut Jusman selama masa pandemi COVID-19 dan lokasi objek wisata Danau Tambing terpaksa ditutup sementara waktu dalam  tiga bulan terakhir, sehingga kehilangan sumber endapatan.

Selama ini, kata dia, dana dari hasil penjualan karcis masuk disetor ke kas negara.

"Petugas kami hanya memungut saja dan setelah itu disetor ke kas negara. TNLL dalam hal ini, sama sekali tidak mendapatkan bagian dari hasil penjualan karcis masuk," katanya.

(T.BK03/)
Objek wisata Danau Tambing menyediakan banyak fasilitas menarik, baik untuk kemping maupun untuk memancing dan mengamati tumbuhan endemik.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar