Kabupaten Banggai sasaran program Pertashop Pertamina

id Pertamina, pertashop, banggai, sulteng

Kabupaten Banggai sasaran program Pertashop Pertamina

Kabupaten Banggai sebagai daerah pertama yang menjadi sasaran program Pertashop atau SPBU berskala kecil yang digagas PT Pertamina (Persero) di Provinsi Sulawesi Tengah mulai beroperasi guna memenuhi kebutuhan energi di seluruh pelosok daerah, Selasa (28/7/2020). ANTARA/HO-Pertamina MOR VII

Palu (ANTARA) - Kabupaten Banggai merupakan daerah pertama di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi sasaran program Pertashop atau SPBU berskala kecil yang digagas PT Pertamina (Persero) guna memenuhi kebutuhan energi di seluruh pelosok daerah.

"Pertashop ini dibangun di atas lahan 300 meter persegi di Desa Tomeang, Kecamatan Nuho Kabupaten Banggai," kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Laode Syarifuddin Mursali, dihubungi dari Palu, Rabu.

Laode menjelaskan, produk yang tersedia di Pertashop sebagai bagian lembaga penyalur meliputi Bahan BBM jenis Pertamax, Bright Gas dan pelumas Pertamina dengan kapasitas tangki yang mampu menampung BBM hingga sebanyak 3.000 liter.

Kemudian, pasokan itu akan didistribusi dari Fuel Terminal (FT) atau Terminal BBM Luwuk dengan mobil tangki berkapasitas delapan kiloliter.

"Pertashop ini nantinya akan dikelola oleh mitra pengusaha lokal, agar terjadi peningkatan ekonomi di Desa Tomeang dan di sekitarnya," ujarnya.

Dipaparkannya, kehadiran Pertashop merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mengantarkan energi hingga pelosok negeri sebagai tanggung jawab yang diberikan pemerintah kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, harga BBM yang di jual di SPBU mini ini sama seperti harga pada umumnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Desa Tomeang terletak sekitar 150 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Banggai. Selama ini kebutuhan BBM masyarakat di desa tersebut diperoleh dari SPBU sekitar yang jaraknya mencapai 15 kilometer.

"Kami harap kehadiran program ini bisa lebih menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat," kata Laode.


 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar