Serapan dana transfer di Sulteng semester I/2020 negatif

id Pasigala ,Sulteng ,Antara,Sandi,Ekonomi

Serapan dana transfer di Sulteng semester I/2020 negatif

Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Sulteng Irfa Ampri memberikan keterangan di sela-sela dialog bertajuk ekspose publik kinerja pelaksanaan APBN Semester I Tahun Anggaran 2020 di Aula Kanwil DJPb Kemenkeu Sulteng di Palu, Rabu (29/7). ANTARA/Muhammad Arsyandi)

Transfer dana perimbangan tersebut terdiri atas transfer dana bagi hasil pajak yang terealisasi Rp80,38 miliar, namun negatif 26,74 persen dibandingkan semester I/2019 yang terealisasi Rp109,72 miliar

Palu (ANTARA) - Kementerian Keuangan menyebutkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) khususnya dana transfer ke daerah pada Semester I/2020 di Provinsi Sulawesi Tengah negatif.

Kementerian Keuangan mengimbau satuan kerja kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah agar mempercepat realisasi pencairan dana tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kemenkeu Sulteng Irfa Ampri di Palu, Rabu, mengatakan realisasi dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Semester I di Sulteng hingga akhir Juni baru mencapai Rp7,36 triliun atau atau sekitar 51,91 persen dari pagu APBN untuk wilayah itu senilai Rp14,19 triliun.

"Caranya dengan melakukan pelonggaran berbagai persyaratan dalam pelaksanaan anggaran tanpa mengabaikan akuntabilitas dan kehati-hatian," kata Irfa dalam dialog ekspose publik kinerja pelaksanaan APBN semester I/2020 di Palu, Rabu.

Ia tidak menampik jika rendahnya realisasi TKDD oleh Satker Kementerian dan lembaga negara serta Pemda di Sulteng salah satu penyebab utamanya karena pandemi COVID-19. 

Bahkan ia menyebut secara presentase sebagian besar item dana pada dana TKDD terealisasi negatif jika dibadingkan dengan realisasi TKDD Semester I tahun 2019.

Item-item pada dana TKDD yang terealisasi negatif antara lain Transfer Dana Perimbangan yaitu Rp6,29 triliun atau negatif 13,99 persen jika dibanding semester I/2019 yang mencapai Rp7,32 triliun.

“Transfer dana perimbangan tersebut terdiri atas transfer dana bagi hasil pajak yang terealisasi Rp80,38 miliar, namun negatif 26,74 persen dibandingkan semester I/2019 yang terealisasi Rp109,72 miliar," sebutnya.

Demikian halnya transfer dana bagi hasil bukan pajak terealisasi Rp101,12 miliar, namun negatif 61,71 persen dibanding semester I/2019 yang mencapai Rp264,09 miliar.

Kemudian, lanjut Irfa, transfer Dana Alokasi Umum terealisasi Rp5,43 triliun, namun negatif 6,18 persen dibandingkan semester I/2019 senilai Rp5,79 triliun.

Berikutnya transfer Dana Alokasi Khusus non fisik terealisasi Rp427,44 miliar, namun negatif 55,86 persen dibanding semester I/2019 senilai Rp968,27 miliar.

“Namun transfer Dana Alokasi Khusus fisik terealisasi Rp255,26 miliar atau positif 35,14 persen dibandingkan semester I/2019 senilai Rp188,88 miliar," sebutnya.

Begitu juga dengan dana insentif daerah terealisasi Rp191,60 miliar atau positif 35,46 persen dibanding semester I/2019 yang senilai Rp141,44 miliar. 

Namun Dana Desa terealisasi Rp878,43 miliar atau negatif 6,27 persen dibanding semester I/2019 yang terealisasi Rp937,18 miliar.

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar