IAIN Palu perketat protokol kesehatan Shalat Idul Adha

id IAIN Palu,Idul Adha,Idul qurban

IAIN Palu perketat protokol kesehatan Shalat Idul Adha

Panitia memeriksa suhu tubuh umat sebelum memasuki lokasi Shalat Idul Adha di kampus IAIN Palu, Jumat (31/7/2020). (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Saf shalat harus berjarak, jamaah harus menggunakan masker
Palu (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona jenis baru (COVID-19) dalam Shalat Idul Adha 1441 Hijriah secara berjamaah di lingkungan kampus tersebut, Jumat.

"Saf shalat harus berjarak, jamaah harus menggunakan masker," ucap petugas panitia pelaksana Shalat Idul Adha, Adam, di Palu, Jumat.

Bagi umat yang sedang menderita flu, batuk, dan influenza, kata dia, jangan mengambil posisi di tengah saf, melainkan di samping bagian ujung.

Setiap umat yang datang ke lokasi shalat, sebelumnya diperiksa suhu tubuhnya.

Shalat Idul Adha berlangsung di halaman samping gedung Rektorat IAIN Palu dihadiri rektor Sagaf S. Pettalongi. Warga sekitar kampus turut mengikuti shalat di lingkungan kampus tersebut. Bertindak sebagai imam Saiful, sedangkan khatib Syamsuri.

Syamsuri dalam khutbah berjudul "Membangun Infastruktur Ritual Kurban", mengatakan ibadah kurban adalah syariat Nabi Muhammad dengan latar belakang sejarah panjang, sejak Nabi Adam hingga Ibrahim. Pernyataan itu dikuatkan dengan firman Allah pada Surah Assafat Ayat 102.

Ayat tersebut, kata dia, perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim untuk melaksanakan ibadah kurban dengan menguji Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail.

"Namun Allah SWT melihat dan menerima keikhlasan Nabi Ibrahim dalam kepatuhannya kepada Allah, maka Allah mengganti Ismail dengan domba yang besar," ucapnya.

Rasa syukur Nabi Ibrahim atas hal itu, kata dia, kemudian diikuti dengan melaksanakan penyembelihan 1.000 kambing, 300 lembu, dan 100 unta.

"Kisah Ibrahim dan Ismail tentunya menjadi uswah hasanah, mengambil hikmah dan makna sesuai dengan kapasitas dan kapabilitas kita masing-masig," ujarnya.

Terkait dengan Shalat Idul Adha, Rektor Sagaf Pettalongi mengemukakan Idul Adha mengantar setiap muslim memiliki sikap dan sifat membangun kebersamaan antarsesama manusia.

"Beribadah dan berkurban menjadi sesuatu yang paling mendasar, yang dibutuhkan pengorbanan. Pengorbanan waktu, tenaga, kesiapan, mental, dan spiritual," ucapnya.

Tahun ini, kata dia, IAIN Palu melaksanakan Shalat Idul Adha perdana di lingkungan kampus untuk merekatkan persaudaraan.

"Insyaallah ini akan kita lanjutkan dari tahun ke tahun, ini sebagai syiar sekaligus bentuk komitmen bersama IAIN Palu untuk saling berbagi dan menguatkan," kata dia.

Usai Shalat Idul Adha dilanjutkan penyembelihan hewan kurban terdiri atas tujuh sapi dan tiga kambing.
Penyerahan hewan qurban dari Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf Pettongi MPd kepada panitia qurban, usai melaksanakan shalat Idul Adha, di IAIN Palu, Jumat. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar