Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah jadi 189 orang

id Sulteng,Sandi,Corona,Palu

Pasien COVID-19  di Sulteng yang sembuh bertambah jadi 189 orang

Umat muslim menggunakan masker saat mengikuti shalat Idul Adha berjamaah di Lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (31/7/2020). Berbagai alat pelindung diri digunakan oleh warga saat mengikuti pelaksanaan shalat Idul Adha berjamaah guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/pras.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyebut satu pasien dinyatakan sembuh hari ini sehingga total menjadi 189 orang.

“Satu pasien COVID-19 di Kota Palu yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata dinyatakan sembuh hari ini sehingga total pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah menjadi 189 orang,”katanya, di Palu, Sabtu malam.

Pasien tersebut, lanjutnya, kini telah diperbolehkan pulang dan berkumpul bersama anggota keluarga. Saat ini tersisa tujuh pasien COVID-19 di sejumlah daerah di Sulteng yang masih menjalani isolasi baik secara mandiri maupun di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

Tujuh pasien tersebut antara lain, empat pasien di Kabupaten Banggai yang menjalani isolasi mandiri, dua pasien di Morowali Utara (Morut) menjalani isolasi mandiri.

“Satu pasien di Donggala menjalani isolasi mandiri, dua pasien di Poso juga masih menjalani isolasi secara mandiri dan dua pasien di Banggai Kepulauan (Bangkep) diisolasi di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkep,”ujarnya.

Sementara 85 sampel usap atau swab, kata Haris, masih dalam proses pemeriksaan di Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu.

"Kami berharap kasus COVID-19 di Sulteng terus berkurang dan seluruh pasien dapat sembuh seiring dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus tersebut,"terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mendukung tim surveilans dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien COVID-19.

Langkah tersebut, ujar dia, sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun lalu itu.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar