Positif COVID-19 di Tarakan sudah tidak ada

id covid,Kasus positif COVID-19 di Tarakan,positif COVID-19 di Tarakan

Positif COVID-19 di Tarakan sudah tidak ada

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti. Antara/Susylo Asmalyah

Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 37 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19

Tarakan (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara selama beberapa waktu belakangan ini sudah tidak ada lagi, dan jumlah kasus positif COVID-19 terkonfirmasi terakhir sebanyak 88 orang.

“Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 88 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Minggu.

Baca juga: Dinkes: Palu nol kasus COVID-19 tapi warga jangan lengah

Jumlah kasus suspek yang dipantau saat ini sebanyak 101 orang, yakni orang yang dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Devi.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 37 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” kata Devi.

Baca juga: Warga Sulteng diingatkan tidak lengah meski kasus corona rendah

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

Kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain – lain.Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar.

“Kami sampaikan, kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Tarakan agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19,” katanya.

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar