GPdI Palu gelar doa perdana dengan terapkan protokol kesehatan

id gpdi

GPdI Palu  gelar doa perdana dengan terapkan protokol kesehatan

Wakil ketua Majelis Pusat (MP) GPdI, Pendeta Y.A. Moniaga saat menyampaikan firman Tuhan pada doa perdana di GPdI Wilayah Kota Palu, Senin (3/8/2020). ANTARA/Sulapto Sali.

Palu (ANTARA) - Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar doa perdana dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Ketua Majelis Wilayah Palu Gereja Pantekosta di Indonesia, Pendeta Yulson Supari, di Palu, Senin, mengatakan beberapa bulan terakhir pelaksanaan doa bersama di GPdI wilayah Kota Palu terhenti akibat adanya pandemi COVID-19.

“Sebelum diaktifkan kembali doa seperti ini, saya sudah melakukan koordinasi dengan ketua gugus tugas provinsi, dan perbolehkan asal menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, dalam pelaksanaan doa bersama di GPdI hari ini setiap peserta diwajibkan mencuci tangan, menggunakan masker, serta menjaga jarak dan tidak bersalaman.

Yulson menjelaskan pelaksanaan doa bersama itu satu kali dalam sebulan, sekaligus untuk silaturahim dengan sesama umat GPdI wilayah Kota Palu.

“Dalam doa kita, tidak hanya berdoa buat keagamaan saja, namun juga berdoa buat kesejahteraan kota, keamanan, bangsa dan masyarakat Indonesia, khususnya wilayah Kota Palu,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Pusat (MP) GPdI Pendeta Y.A, Moniaga menekankan tentang pentingnya umat  selalu menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan gereja.

“Karena kita ini pemimpin jemaat di Kota Palu, jangan jemu-jemu ingatkan jemaat untuk selalu menaati protokol COVID-19,” katanya.

Mantan Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah itu, menambahkan bahwa Alkitab telah menegaskan hamba Tuhan atau pemimpin gereja harus bisa menjadi teladan dalam segala hal.

“Jangan sampai kita menjadi kloter yang baru, namun bagaimana kita bersama-sama mencegah dan mendukung upaya pemerintah memberantas dan memutus penyebaran virus ini,” ujarnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar