Gubernur dan Ketua PKK Sulteng ikuti sosialisasi COVID-19 melalui virtual

id Covid

Gubernur dan Ketua PKK Sulteng ikuti sosialisasi COVID-19 melalui virtual

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola didampingi Ketua TP PKK Sulawesi Tengah Hj. Zalzulmida A. Djanggola. bersama Pengurus TP PKK Provinsi Sulteng, Kalak BPBD Sulteng  Bartholomeus Tandigala Kepala BPKAD Sulteng  mengikuti sosialisasi virtual dengan Mendagri Tito Karnavian, bersama Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian dan Kepala BPBD Doni Monardo. (Foto Humas dan Protokol Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola didampingi Ketua TP PKK Sulawesi Tengah Hj. Zalzulmida A. Djanggola. bersama Pengurus TP PKK Provinsi Sulteng, Kalak BPBD Sulteng  Bartholomeus Tandigala Kepala BPKAD Sulteng  mengikuti sosialisasi pemakaian masker,  cuci tangan dan jaga jarak pada tatanan normal baru di masa pendemi Covid -19.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi terkait realisasi APBD tahun 2020 yang dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian bersama Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian, Kepala BNPN Letjen TNI Doni Monardo yang dilaksanakan secara virtual, Senin.

Mendagri Tito Karnavian  menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat untuk terus patuh dan taat terhadap aturan dan ketentuan dalam pencegahan penularan CIVID-19 harus melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sesuai dengan hasil kajian bahwa kepatuhan masyarakat sangat tinggi terhadap ibu. Oleh karena itu perlu keterlibatan Ketua TP. PKK secara berjenjang untuk ikut mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat patuh untuk taat mengunakan masker, rajin mencuci tangan dan terus menjaga jarak

Mendagri mengharapkan peran seluruh pemuka masyarakat dan pemuka agama untuk mengimbau masyarakat agar mentaati ketentuan protokol kesehatan pada tatanan hidup normal baru dalam masa pandemi COVID-19.

Pada kesempatan itu Kepala BNPB  Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan bahwa pemutusan rantai penyebararan virus corona tersebut tidak semudah yang kita banyangkan.

"Saat ini korban meninggal akibat COVID-19 sudah di atas lima ribuan dan korban tertular sudah mencapai 122 ribu lebih . Covid-19 sangat berbahaya sama dengan malaikat pencabut nyawa," ujar Monardo.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa virus sejenis COVID-19 sudah ada pada tahun 1918  dan pada masa tersebut juga terjadi di pulau Jawa dengan tingkat kematian 133/1000 penduduk.

Monardo mengharapkan agar semua pihak patuh terhadap ketentuan aturan protokol kesehatan dan diharapkan semua pemuka masyarakat agar mendukung dan mengajak masyarakat untuk patuh terhadap aturan protokol kesehatan.

"Untuk patuh memakai masker dengan benar, cuci tangan dan jaga jarak dengan cara yang bisa mudah diterima masyarakat sesuai tatanan yang berkembang di tengah tengah masyarakat.

 Ketua TP PKK Pusat Ny Tri Tito Karnavian  mengharapkan Ketua TP. PKK secara berjenjang untuk bersama-sama mensosialisasikan tentang ketaatan untuk memakai masker kepada masyarakat .

Tri Tito Karnavian juga meminta seluruh OPD teknis untuk mendukung program tersebut dan juga berkoordinasi dengan OPD terkait tentang pemanfaatan alokasi dana desa dalam pengadaan masker untuk masyarakat.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan rapat koordinasi tentang evaluasi realisasi APBD tahun 2020 agar pemerintah daerah dapat meningkatkan realisasi APBD  karena sesuai target yang ditetapkan pada Agustus ini realisasi APBD sudah harus mencapai 55 persen.

"Tetapi masih banyak daerah belum bisa mencapai target tersebut , sehingga diharapkan seluruh pemerintah daerah dapat mempercepat realisasi anggaran supaya dapat mendorong gairah ekonomi di tengah masyarakat.

Rapat sosialisasi ini diikuti Seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota dan Ketua TP. PKK seluruh Indonesia.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar