Membina prestasi atlet Sulteng di tengah pandemi COVID-19

id Koni, koni sulteng, pon papua

Membina prestasi atlet Sulteng di tengah pandemi COVID-19

Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Anwar Ponulele. ANTARA/Anas Masa

Palu (ANTARA) - Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat masih belum mampu merubah peta kekuatan prestasi olahraga Tanah Air dan masih berada di posisi papan bawah klasemen.

Dari 20 cabang olahraga yang lolos ke PON XIX itu, Sulteng hanya merebut sejumlah medali dari beberapa cabang unggulan. Cabang yang menyumbangkan medali antara lain karate, pencak silat, binaraga dan dayung.

Cabang-cabang tersebut hanya mampu menyumbangkan medali perak dan perunggu. Padahal di kejuaraan empat tahunan sebelumnya, Sulteng bisa merebut medali emas.

Menghadapi PON XX Papua yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021, Sulteng  sangat berharap besar atlet-atletnya mampu meraih medali emas dari cabang yang diunggulkan.

"Kalau proyeksi kita cabang yang meraih medali perak pada PON 2016 bisa merebut medali emas di PON Papua, niscaya peta kekuatan prestasi Sulteng akan meningkat menjauh dari papan bawah," kata Ketua Umum KONI Sulteng, Anwar Ponulele.

Peluang Sulteng di PON XX untuk merebut medali emas sangat besar karena beberapa atlet asal provinsi ini masuk di pelatnas, meski dalam beberapa bulan terakhir ini istirahat karena pandemi COVID-19.

Salah satu atlet andalan Sulteng untuk meraih medali emas di PON Papua adalah Riski Darmawan yang merupakan atlet cabang olahraga dayung, Jefri Wuaten dari binaraga dan sejumlah atlet cabang yang lain seperti pencak silat dan karate.

Di PON Papua, kata Anwar Ponulele, Sulteng telah memastikan diri meloloskan sebanyak 18 cabang olahraga. Namun pihaknya berharap masih bisa bertambah seiring penundaan PON XX yang seharusnya digelar tahun ini diundur tahun depan karena pandemi COVID-19.

Salah satu cabang olahraga yang diharapkan dipertandingkan adalah gateball. Olahraga yang menggunakan pemukul yang dimainkan lima atlet dalam satu tim ini merupakan cabang unggulan. Jika cabang itu dipertandingkan, peluang Sulteng untuk merebut medali emas cukup terbuka.

Karena itu, KONI Sulteng dan beberapa KONI lainnya sedang memperjuangkan agar beberapa cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di PON Papua 2021, bisa dipertandingkan.

"Ya mudah-mudahan saja cabang lainnya bisa dipertandingkan, sebab waktu pelaksanaannya diundur sampai Oktober 2021," harap Anwar.

Latihan di rumah

Selama masa pandemi COVID-19, atlet Sulteng yang dipersiapkan untuk beberapa kejuaraan termasuk PON Papua tetap melaksanakan latihan meski dilakukan di rumah. Meski demikian, para pelatih tetap memantau yang menyiapkan program latihan.

"Mereka tetap melaksanakan latihan, tetapi tidak di gedung, hanya di rumah masing-masing. Yang penting tetap ada kegiatan latihan agar otot-otot tidak kendor," kata Ketua Umum KONI Sulteng, Anwar Ponulele.

Anwar juga bersyukur hingga kini, tidak ada satupun atlet Sulteng yang tertular virus corona. Tetapi pihaknya tetap waspada dan menginstruksikan kepada atlet untuk melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Penyebaran COVID-19 di wilayah Sulteng hingga kini masih terus berlangsung sehingga perlu mendapat perhatian serius termasuk jajaran KONI provinsi dan kabupaten/kota berikut para pengurus dan pelatih di setiap cabang olahraga.

Khusus untuk pemusatan latihan jelang PON Papua, Anwar menjelaskan tetap akan dilakukan jika anggaran sudah cair. Sesuai dengan rencana, pemusatan latihan terpusat baru akan dilakukan beberapa bulan sebelum PON XX berlangsung.

"Kita berharap dana untuk persiapan dan pelaksanaan PON Papua dari Pempro Sulteng cepat cair. Jika sudah cair, minimal waktu pelaksanaan pelatda terpusat tiga bulan sebelum PON dilaksanakan," kata Anwar menegaskan.

Sementara itu, pelatih karate Sulteng, Cristo Mondolu mengatakan kegiatan latihan selama masa pandemi COVID-19 tetap berjalan, meski tidak maksimal. Artinya atlet yang disiapkan untuk mengikuti PON XX di Papua tetap aktif berlatih.

Cabang karate, kata mantan atlet nasional dan SEA Games asal Sulteng itu merupakan salah satu cabang yang diunggulkan merebut medali di PON XX.

Demi meraih hasil terbaik di PON Papua, Pengda Forki Sulteng sudah telah menyusun program latihan termasuk try out keluar untuk meningkatkan prestasi atlet. Namun karena adanya COVID-19, maka program yang telah ada terpaksa ditunda meski latihan rutin tetap berjalan.

"Kami optimis, cabang karate bisa menyumbangkan medali emas di PON Papua," kata Cristo Mondolu.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengprov Forki Sulteng, Yudi. Dosen di Universitas Tadulako (Untad) Palu itu mengatakan atletnya tetap melaksanakan latihan, meski tidak dalam satu ruangan atau gedung khusus.

Yudi menambahkan dalam rangka melahirkan atlet berprestasi, Pengprov Forki Sulteng juga terus melalukan pembinaan atlet muda serta melakukan pencarian atlet muda berprestasi.

"Pembinaan atlet usia dini sangat penting dan harus mendapat prioritas utama agar ketersediaan atlet berprestasi cabang karate tetap tersedia. Kita tidak mau kalau prestasi atlet terputus karena tidak adanya pembinaan atlet dari usia dini di daerah ini," katanya.

Untuk itu, Pengprov Forki Sulteng mendorong semua perguruan karate baik yang ada di kota maupun kabupaten provinsi tersebut untuk melakukan program pembinaan atlet usia dini secara berjenjang.

Niscaya, kata dia, jika pembinaan dilakukan mulai dari usia dini, dipastikan prestasi atlet karate akan terus berkesinambungan dan Sulteng tentu akan lebih diperhitungkan lagi di tingkat nasional.

"Kita bertekad akan lahir lagi Cristo-Cristo baru yang mengharumkan nama Sulteng dan Indonesia di berbagai event internasional," kata Yudi menegaskan.

 
Alet karate masa depan Sulawesi Tengah, ANTARA/Anas Masa
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar