
19.085 petugas gabungan amankan pilkada di Sulteng

Palu (ANTARA) - Sebanyak 19.085 petugas gabungan Polri, TNI dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) disiapkan untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Provinsi Sulawesi Tengah.
Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Nur Windiyanto usai peninjauan pasukan operasi Mantap Praja Tinombala 2020 di Palu, Senin, mengatakan petugas gabungan itu terdiri dari 1.322 personel Polda Sulteng, 3.816 personel Polres se Sulteng, 1.059 personel TNI dan 12.887 unsur Linmas.
Wakapolda mengatakan, para petugas gabungan itu untuk mengamankan 6.296 tempat pemungutan suara (TPS) dengan kriteria TPS aman sebanyak 5.043, TPS rawan 1.033, TPS sangat rawan 214 dan TPS khusus enam.
Ia mengatakan, pola pengamanan yang diterapkan TPS aman dua Polisi, delapan Linmas, empat TPS, pola pengamanan TPS rawan dua Polisi, empat Linmas, dua TPS, TPS sangat rawan dua Polisi dua Linmas, satu TPS dan TPS khusus dua Polisi, satu Linmas empat TPS.
Ia menjelaskan ribuan petugas gabungan itu dilibatkan secara bertahap untuk beberapa tahapan pilkada, di antaranya pendaftaran bakal calon, pemeriksaan kesehatan, kampanye, pemungutan suara, perhitungan dan rekapitulasi hingga pelantikan kepala daerah terpilih.
Ia menegaskan ribuan personel petugas ini untuk menciptakan keberlangsungan pemilihan kepala daerah di Sulawesi Tengah yang aman, lancar dan kondusif.
"Selama kami mampu dengan bantuan kesatuan TNI, kami tidak meminta perbantuan personel dari Mabes Polri," ujarnya.
Wakapolda mengatakan Operasi Mantap Praja Tinombala dimulai 3 September 2020 hingga tahapan pelantikan Kepala Daerah terpilih hasil Pilkada 2020, tingkat provinsi dan delapan Pilkada kabupaten/kota.
Pewarta : Sulapto Sali
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
