Tujuh atlet paralayang Sulteng lolos ke PON XX/2021

id paralayang

Tujuh atlet paralayang Sulteng lolos ke PON XX/2021

Ketua KONI Kabupaten Donggala, Asgaf Umar. (Foto Antara/Anas Masa). (Antara/Anas Masa)

Semua yang lolos itu adalah atlet putra
Palu (ANTARA) - Ketua KONI Kabupaten Donggala, Asgaf Umar mengatakan sebanyak tujuh atlet paralayang Provinsi Sulawesi Tengah lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada Oktober 2021.

"Semua yang lolos itu adalah atlet putra," katanya di Palu, Rabu.

Asgaf yang juga Ketua Umum Pengprov FASI Sulteng tersebut mengatakan cabang paralayang tersebut diharapkan mampu menyumbangkan medali di PON XX.

Baca juga: Bupati Sigi : Pemkab siapkan pembangunan infrastruktur pariwisata

Guna mewujudkanya, program latihan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pengprov FASI dan pelatih.

Selama masa pandemi COVID-19 program latihan tetap berjalan dan berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Lokasi latihan para atlet paralayang dipusatkan di Pegunungan Matantimali, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, pada ketinggian sekitar 800-1.000 meter dari permukaan laut.

Tempat latihan itu selama ini digunakan sebagai tempat pelaksanaan berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Lokasinya tepat berada di sekitar Desa Wayu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi.

Baca juga: Tim paralayang Indonesia sukses raih juara dunia di Serbia

Dia menambahkan lokasi olahraga paralayang tersebut sudah beberapa kali menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan internasional dan semua atlet Sulteng ikut ambil bagian berlaga di iven itu, meski belum pernah berhasil mengukir prestasi terbaik.

Tetapi di iven nasional, atlet Sulteng cukup disegani dan beberapa diantaranya telah mengukir prestasi menggembirakan.

Fadli, salah seorang atlet paralayang Sulteng yang meraih tiket ke PON XX/Papua mengatakan tetap melakukan latihan dalam sepekan dua kali.

"Program latihan tetap berjalan, tetapi protokol kesehatan tetap dipatuhi," katanya.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar