Pusdatina: pasien COVID-19 di Sulteng bertambah menjadi 278 orang

id Sulteng,Sandi,Antara,Corona,Ekonomo,Ekonomi,Resesi

Pusdatina: pasien COVID-19 di Sulteng bertambah menjadi 278 orang

Petugas memverifikasi syarat administrasi salah seorang pelaku perjalanan di terminal keberangkatan Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/9/2020). ANTARAFOTO/Basri Marzuki/hp.

Hari ini dua orang di Kabupaten Donggala positif COVID-19 setelah memeriksa sampel usap keduanya. Saat ini mereka menjalani isolasi secara mandiri,

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan kasus baru COVID-19 di Sulteng sehingga saat ini totalnya menjadi 278 orang.



"Hari ini dua orang di Kabupaten Donggala positif COVID-19 setelah memeriksa sampel usap keduanya. Saat ini mereka menjalani isolasi secara mandiri," katanya di Palu, Kamis malam.



Secara kumulatif, lanjutnya, sampai saat ini tercatat 278 orang telah terinfeksi COVID-19. Dari 278 orang itu, 232 orang dinyatakan telah sembuh, 11 orang meninggal dunia, dan 36 orang menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.



Sementara itu 270 sampel usap saat ini dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu.



"Saya dan kita semua berharap kasus COVID-19 di Sulteng dapat berkurang dan seluruh pasien sembuh seiring dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus tersebut," ujarnya.



Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.



"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran penularan COVID-19 di Sulteng," tambahnya.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar