PMI Sulteng jemput bola untuk penuhi kebutuhan darah saat pandemi COVID-19

id Pmi, butuh, darah

PMI Sulteng jemput bola untuk penuhi kebutuhan darah saat pandemi COVID-19

Aski donor darah yang dilaksanakan oleh Sahabat Donor Darah Kota Palu, dalam rangka merayakan HUT PMI yang ke-75, di Palu, Kamis (17/9/2020). ANTARA/Sulapto Sali

Upaya jemput bola dilakukan sebagai solusi pemenuhan kebutuhan darah di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya pemenuhan darah di rumah sakit
Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Palang Marah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah (Sulteng) jemput 'bola' untuk memenuhi kebutuhan darah di wilayah setempat ditengah masa pandemi COVID-19.

"Upaya jemput bola dilakukan sebagai solusi pemenuhan kebutuhan darah di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya pemenuhan darah di rumah sakit," kata Direktur Unit Transfusi Darah PMI Sulteng, dokter Abdullah, DHSM, M.Kes, di sela-sela kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Sahabat Donor Darah Kota Palu dalam rangka HUT PMI yang ke-75, di Palu, Kamis.

Ia mengatakan, PMI menyediakan darah sebanyak 40 sampai 50 kantong setiap hari untuk melayani rumah sakit di empat kabupaten/kota, Palu, Sigi, Donggala dan Parigi.

"Namun saat pandemi virus corona ini, darah yang tersedia lima sampai 10 kantong saja, sehingga sisanya ini yang harus kita cari," katanya.

Dia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan darah ini, PMI harus keliling menggunakan mobil ke masjid, gereja, ke lapangan Vatulemo Palu dan tempat lain, untuk mencari orang yang mau mendonorkan darahnya.

"Darah ini oleh kementerian kesehatan disamakan obat, artinya obat dasar, sementara darah ini bukan produksi pabrikan, sehingga dibutuhkan kesadaran untuk membantu yang membutuhkan," tegasnya.

"Dan orang sakit itu tidak mengenal pandemi, sehingga kita melakukan upaya memenuhi kebutuhan darah dengan mengajak masyarakat mau mendonorkan darahnya," sambungnya.

Dia menegaskan, darah sangat dibutuhkan untuk membantu menyelamatkan nyawa.

"Olehnya sangat dibutuhkan peran dan kesadaran masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya secara rutin," pintanya.

Dia mengatakan, ketika PMI kesulitan menyediakan kebutuhan darah dampaknya banyak penanganan pasien yang membutuhkan darah jadi tertunda.

"Karena PMI defisit, akhirnya banyak operasi yang tertunda dan orang yang mestinya transfusi tidak jadi transfusi, padahal transfusi darah itu ini ikut mempercepat proses penyembuhan karena harap obat lambat kerjanya," ujarnya.

Olehnya, Direktur Unit Transfusi Darah PMI Sulteng ini berharap masyarakat mau mendonorkan darahnya demi membantu sesama yang membutuhkan.


Baca juga: Donor darah di Palu ikuti protokol kesehatan
Baca juga: JK ajak masyarakat untuk donorkan darahnya di masa pandemi COVID-19
Baca juga: Aktivis: PMI ingin dapatkan penghormatan dan pengakuan hak
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar