Wall Street ditutup lebih tinggi yang ditopang harapan stimulus fiskal baru

id wall street,indeks dow jones,indeks s&p,indeks nasdaq,bursa saham

Wall Street ditutup lebih tinggi yang ditopang harapan stimulus fiskal baru

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, AS (20/3/2020). REUTERS/Lucas Jackson/File Photo (Reuters)

New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street berhasil merealisasikan pertumbuhan marjinal dalam sesi sulit pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah sinyal positif tentang upaya untuk memberlakukan stimulus lebih lanjut di Washington, guna menopang pemulihan ekonomi yang melambat akibat pandemi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 52,31 poin atau 0,20 persen menjadi ditutup pada 26.815,44 poin. Indeks S&P 500 bertambah 9,67 poin atau 0,30 persen, menjadi berakhir pada 3.246,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 39,28 poin atau 0,37 persen, menjadi 10.672,27 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama di bawah S&P 500 bergerak lebih tinggi dengan sektor utilitas, kebutuhan pokok konsumen, dan material, masing-masing menguat 1,17 persen, 0,76 persen dan 0,70 persen. Sementara sektor kesehatan turun 0,52 persen.

Klaim pengangguran awal pekan lalu tercatat di 870.000, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar 850.000 dan 866.000 di pekan sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (24/9/2020).

Meskipun sentimen pasar tertekan akibat data ketenagakerjaan yang mengecewakan pada sesi pagi, namun kemudian didukung oleh sinyal positif tentang putaran paket stimulus fiskal selanjutnya.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Kamis (24/9/2020) mendesak Kongres untuk mengeluarkan paket stimulus baru, sementara Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Demokrat siap untuk melakukan negosiasi tentang paket stimulus tambahan.

"Secara keseluruhan, kami mempertahankan prospek konstruktif kami untuk ekuitas selama beberapa bulan mendatang, sambil mengakui bahwa pasar kemungkinan besar akan berombak," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management, Mark Haefele dalam sebuah catatan pada Kamis (24/9/2020).

UBS tetap konstruktif bahwa Amerika Serikat akan mengesahkan paket fiskal tambahan, meskipun kemungkinannya kecil akan terjadi sebelum pemilihan umum, kata Haefele.

Ada asumsi luas di pasar keuangan bahwa Kongres AS tidak akan memberikan stimulus ekonomi lebih lanjut setidaknya untuk beberapa bulan ke depan.

Rotasi besar yang diantisipasi dari pasar AS menunggu bukti yang lebih jelas dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan solid di tahun depan, termasuk peningkatan yang menentukan dalam perdagangan, menurut laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan penasihat investasi MRB Partners pada Kamis (24/9/2020).



 
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar