Pemkot diminta segera petakan wilayah rawan COVID-19

id Mutmainah,COVID-19,dprd palu,fraksi nasdem,nasdem,komisi kesra dprd palu

Pemkot diminta segera petakan wilayah rawan COVID-19

Ketua Komisi Kesra dan Pemerintahan DPRD Palu, Mutmainah. (ANTARA/HO-Istimewa)

Palu (ANTARA) - Ketua Komisi Kesra dan Pemerintahan DPRD Kota Palu Mutmainah mengemukakan Pemkot Palu harus segera melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan penyebaran COVID-19 untuk meningkatkan upaya pencegahan secara maksimal.

"Pemerintah Kota Palu segera melakukan pemetaan kembali wilayah zona rawan pandemi COVID-19, yang tidak hanya berbasis kelurahan tapi juga berbasis RT, sehingga sebaran COVID-19 dapat diketahui oleh warga Kota Palu dan pola relasi sosial antarmasyarakat bisa ditekan dengan melihat pada zona tersebut," kata  Mutmainah di Palu, Selasa terkait dengan melonjak-nya kasus COVID-19 di kota ini.

Menurut Mutmainah, dengan adanya 64 kasus COVID-19 per 19 September 2020 di Kota Palu itu menandakan situasi kota sudah semakin mengkhawatirkan.

"Apalagi dengan banyaknya pasien yang berada di Rumah Sakit Anutapura, sudah tidak sesuai dengan standar protokol kesehatan, padahal rumah sakit seharusnya memberikan pelayanan terbaik untuk mempercepat proses pemulihan bagi pasien," sebut dia.

Politisi perempuan dari Partai NasDem itu juga menyarankan kepada Pemkot Palu agar segera melakukan tracking terkait beberapa hal, yaitu sebaran penduduk atau warga Kota Palu yang memiliki penyakit bawaan dengan risiko tinggi terhadap sebaran COVID-19.

"Tracking itu salah satunya untuk mengetahui sebaran lansia dan ibu hamil di satu wilayah tingkat RT, serta para anak-anak, balita dan kelompok rentan lainnya. Hal ini agar Pemkot Palu bisa mengetahui berapa jumlah kelompok rentan di satu wilayah," sebutnya.

Hal itu, menurut dia, tergantung pada pola penanganan dengan melibatkan pemerintah tingkat kelurahan dan ketua-ketua RT, serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar itu.

Ia juga menyarankan Pemkot Palu segera mengeluarkan kebijakan alternatif untuk menjadikan Asrama Haji sebagai rumah sakit alternatif, atau tempat lainnya, yang direkomendasikan oleh Pemerintah kota Palu sebagai pusat penyembuhan bagi semua pasien COVID-19.

Namun, sebut dia, fasilitas yang disediakan harus sesuai dengan standar atau SOP dalam penanganan terhadap pasien. Dengan begitu, RSU Anutapura Palu kembali kepada tugas awal untuk mengurusi pasien umum.

"Karena memang di ruang khusus pasien COVID-19 atau gedung IGD sangat terbatas, sementara jumlah pasien sangat banyak," ujar Mutmainah.

Mutmain juga mengimbau kepada wargaKkota Palu agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar