Empat pasang calon wali kota Palu ungkap cara atasi COVID-19

id Pilkada Palu,KPU Palu,covid-19

Empat pasang calon wali kota Palu  ungkap cara atasi COVID-19

KPU Kota Palu melakukan berbagai upaya untuk publik agar mengikuti proses debat calon wali kota/wakil wali kota Palu yang berlangsung di salah satu hotel di Palu, Selasa (27/10) (ANTARA)

Palu (ANTARA) - Sebanyak empat pasang calon wali kota dan wakil wali kota Palu mengungkapkan sejumlah strategi mereka dalam mengatasi penyebaran virus corona (COVID-19) jika nanti terpilih pada Pilkada 2020.

Hal itu mereka sampaikan pada debat publik putaran pertama calon wali kota dan calon wakil wali kota Palu di Palu, Selasa sore.

Debat yang dilaksanakan KPU Kota Palu di salah satu hotel tersebut dipandu Dr Intan Kurnia, akademisi dari Universitas Tadulako.

Menurut pasangan calon nomor urut 02 Hadiyanto Rasyid/Reny Lamadjido, untuk mengatasi masalah COVID-19 akan dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang maksimal dengan melakukan transformasi pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Reny Lamadjido mengatakan kelak mereka akan menjadikan pusat pelayanan kesehatan masyarakat menjadi klinik modern.

"Karena sekarang COVID-19, kalau tidak dari sekarang kita ubah karena pelayanan kesehatan masyarakat merupakan ujung tombak di kelurahan dan kecamatan," kata Reny.

Selain itu, Reny mengatakan perlunya penambahan satu ambulance untuk satu kelurahan guna mempercepat pelayanan kesehatan di masa pandemi.

"Dan setiap pusat-pusat pelayanan kesehatan akan memberlakukan sistem digital sehingga masyarakat tidak terkontaminasi dengan COVID," katanya.

Sementara itu pasangan calon wali kota nomor urut 03 Hidayat/Habsa Yanti mengatakan tidak ada cara lain yang paling efektif mencegah penyebaran virus corona tersebut kecuali memperketat pintu-pintu masuk di kota itu.

Dia mengatakan saat corona pertama kali mewabah di Indonesia, dirinya selaku petahana wali kota telah menjaga ketat enam pintu masuk ke ibu kota provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Saat itu kata Hidayat, penyebaran COVID-19 di Kota Palu sangat kecil bahkan sempat pada posisi nol bahkan kata Hidayat Kota Palu jauh lebih aman dibanding daerah tetangga lainnya yang kenaikan kasusnya sulit dikendalikan.

Namun kata dia, karena ada kebijakan nasional yang melonggarkan kembali akses perhubungan sehingga Kota Palu mengalami lonjakan kasus.

"Tidak ada cara lain, kita akan terapkan kembali aturan yakni pelaku perjalanan, ODP dan OTG. Enam pintu masuk Kota Palu kita jaga habis-habisan. Kita tempatkan petugas kesehatan dan dan dokter," katanya.

Selain itu cara itu kata Hidayat, seluruh pusat pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Palu akan ditingkatkan, jika sebelumnya pelayanan hanya sampai sore, sekarang kata dia, telah diberlakukan pelayanan sampai malam hari.

"Dan itu gratis," katanya.

Sementara itu pasangan calon wali kota nomor 04 Imelda Liliana Muhidin/Arena Parampasi lebih meningkatkan akases pelayanan kesehatan seperti tenaga kesehatan Puskesmas, sarana pendukung alat kesehatan, perbaikan standar prosedur operasional pelayanan, dan reorientasi sistem rujukan.

Selain itu kata dia, juga akan dilakukan penguatan dukungan kesehatan lintas sektoral.

Pasangan calon wali kota nomor 01 Aristan/Wahyuddin lebih menekankan pada kerjasama dengan berbagai pihak dan mengalokasikan anggaran yang cukup di bidang kesehatan.

Menurut Aristan, yang terpenting di bidang kesehatan pada masa pandemi adalah melakukan tindakan pencegahan dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas, bekerjasama dengan perguruan tinggi, dan relawan di bidang kesehatan.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar