Pemkab Sigi siapkan cadangan lahan pangan di setiap desa

id sigi,pangan, cadangan,beras

Pemkab Sigi  siapkan cadangan lahan pangan di setiap desa

Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal. (Antara/Anas Masa)

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, salah satu daerah yang selama ini sebagai penyangga pangan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tengah, menyiapkan cadangan lahan untuk pengembangan komoditi pangan di setiap desa seluas tiga hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Rahmad Iqbal di Sigi, Rabu, membenarkan adanya program itu yang sudah dicanangkan oleh Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata beberapa waktu lalu.

Bupati saat itu, kata dia, menginstruksikan agar setiap desa di Kabupaten Sigi menyediakan lahan cadangan pangan seluas tiga hektare dan juga menyiapkan stok beras minimal dua ton per desa.

Jika setiap desa menyediakan dua ton beras, maka akan ada sebanyak 360 ton beras cadangan tersebar di 176 desa di Kabupaten Sigi.

Jika hal itu terealisasikan, kata dia, maka pemerintah daerah menjamin masyarakat tidak akan pernah mengalami kesulitan pangan, sebab selain beras, juga tentu ada jenis-jenis pangan lokal lain nonberas yang juga jika dikonsumsi secara beragam dan akan jauh lebih sehat bagi kesehatan masyarakat.

Kebijakan Pemkab Sigi dimaksud, kata dia, semata-mata untuk menjaga ketahanan pangan menghadapi berbagai persoalan dan masalah, termasuk pendemi COVID-19 dan ancaman krisis pangan secara global.

Instruksi terkait penyediaan lahan pangan dan stok beras di setiap desa,lanjutnya, tidak hanya ditujukan kepada kepala-kepala desa, tetapi juga camat.

Dia juga menambahkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Sigi menjadi sektor unggulan yang dalam dua tahun terakhir ini masih berangsur-angsur bangkit kembali karena dampak bencana alam gempa bumi 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018.

Sektor pertanian, salah satu sektor yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa bumi, sebab ada sekitar 7.000-8.000 hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah yang benar-benar sama sekali rusak baik lahannya maupun jaringan irigasi.

Karena itu, hingga kini sektor pertanian belum pulih kembali karena pembangunan irigasi yang rusak total dalam tahap perbaikan dan pembangunan kembali.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sigi menyebutkan meski dalam dua tahun terakhir ini produksi beras petani menurun drastis karena dampak dari gempa bumi, namun masyarakat tidak mengalami kekurangan pangan beras karena  masih surplus.

Pada musim panen 2020 ini hasil panen petani diperkirakan bisa mencapai 50.000 ton dengan asumsi konsumsi masyarakat 29.000 ton per tahunnya.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar