Psikolog Mabes Polri lakukan trauma healing korban kekerasan di Sigi

id penanggulangan, terorisme, di sulteng

Psikolog Mabes Polri lakukan trauma healing korban kekerasan di Sigi

Tim psikolog Biro SSDM Polri dan tim psikolog SDM Polda saat melakukan dukungan psikososial kepada anak-anak korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh teroris MIT Poso, di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (4/12/2020).(ANTARA/Sulapto Sali).

Sigi (ANTARA) - Tim psikolog Mabes Polri bersama tim psikolog Polda Sulawesi Tengah, melakukan trauma healing kepada anak-anak korban kekerasan di Lembantongoa, Sigi, yang diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

“Bapak ibu dan anak-anak, saya, dan rekan-rekan saya dalam kesempatan ini, khusus sekali ingin memang bertemu secara langsung terutama anak-anak, ingin berbagi rasa,” kata Kepala Biro Psikolog SSDM Kepolisian Indonesia, Kombes Polisi Adi Suhariono, di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Jumat.

Ia mengatakan kehadiran tim psikolog tersebut menunjukkan kepada keluarga korban bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah yang telah terjadi.

“Kami ingin berbagi rasa simpati, rasa senang, kemudian bersilahturahim agar semua bisa kembali normal dan nyaman, bisa beraktivitas kembali,” katanya.

Ia mengatakan trauma healing dilakukan dengan cara anak-anak diajak bermain, bernyanyi dan mendengar cerita panggung boneka yang disiapkan oleh tim psikolog biro SSDM Polri dan tim psikolog SDM Polda Sulteng.

“Anak-anak diajak untuk senang-senang supaya semangat dan senang kembali, dan ini bentuk kepedulian dan empati yang ingin berbagi rasa untuk bersemangat kembali,” paparnya.

Ia mengatakan selain anak-anak, para orang tua yang menjadi korban kekerasan juga dilakukan trauma healing dengan harapan yang sama agar cepat pulih dan bersemangat kembali melakukan aktivitas seperti sediakala.

“Kita ingin berbagi rasa supaya dengan harapan bapak ibu sekalian anak-anak khususnya bisa bersemangat lagi untuk menata kembali ke depannya,” ujarnya.
 

Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar