Pemdes apresiasi trauma healing Polri kepada korban di Sigi

id Penanggulangan, terorisme, di sulteng

Pemdes apresiasi trauma healing Polri kepada korban di Sigi

Kepala Desa Lemban Tongoa, Deki Basalulu, menyampaikan apresiasi kepada tim psikolog dari Biro SSDM Polri dan SDM Polda Sulteng atas dukungan psikososial kepada keluarga korban kekerasan teroris di Sigi,  Jumat (4/12/2020).(ANTARA/Sulapto Sali).

Sigi (ANTARA) - Pemerintah Desa (Pemdes) Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengapresiasi pendampingan dan trauma healing yang telah dilakukan oleh aparat keamanan TNI-Polri terhadap keluarga korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yang terjadi Jumat (27/11/2020) di wilayah setempat.

“Kami menyampaikan terima atas perhatian yang telah dilakukan sehingga boleh memberi penghiburan khusus kepada keluarga korban agar tidak larut dalam duka,” kata Kepala Desa Lemban Tongoa, Deki Basalulu, di Sigi, Sabtu.

Ia menegaskan peristiwa kekerasan yang terjadi tersebut, bukan dilakukan oleh salah satu keyakinan, melainkan perbuatan teror keji yang sengaja dilakukan terduga pelaku.

Ia mengatakan akibat peristiwa tersebut semua merasakan dampak atas kekerasan yang dilakukan oleh terduga pelaku teroris tersebut.

“Yang tergabung dalam trauma healing bukan lagi masalah agama, semua satu baik Kristen-Islam satu semua, semua merasakan dampaknya,” katanya.

Ia pun berharap agar kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh aparat, khususnya dari Tim Psikolog Biro SSDM Mabes Polri dan SDM Polda Sulteng dapat dilakukan secara terus menerus sampai keluarga korban dan masyarakat tersebut pulih dari trauma atas peristiwa kekerasan itu.

“Harapannya supaya menjadi berkesinambungan agar masyarakat khususnya keluarga korban tidak larut dalam duka. Kita lebih fokus pada efek psikologinya untuk pemulihan,” kata Kepala Biro Psikolog SSDM Kepolisian Indonesia, Kombes Pol Adi Suhariono.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar