Bulog Sulteng jamin stok beras cukup sampai musim tanam 2021

id bulog, sulteng, beras

Bulog Sulteng  jamin stok beras cukup sampai musim tanam 2021

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun. (Foto Antara/Anas Masa) (Antara/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Bulog Sulawesi Tengah menjamin stok beras di daerah itu sehingga masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi awal musim tanam (MT) pada Maret-April 2021.

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun di Palu, Minggu, mengatakan Bulog masih memiliki stok beras sekitar 15.000 ton.

Jika diperhitungkan dengan rencana penyaluran, termasuk kebutuhan bansos dan program sembako yang dicanangkan pemerintah pusat 2021 ini, stok beras sebanyak itu cukup memadai selama beberapa bulan ke depan.

"Jadi menghadapi MT kali ini, tidak ada masalah soal cadangan beras, sebab Bulog masih menguasai beras dalam jumlah memadai," katanya.

Beras yang dimiliki Bulog Sulteng saat ini, semuanya beras produksi petani lokal. 
"Artinya beras yang ada itu hasil pengadaan pada musim panen (MP) 2020 di sejumlah kabupaten penghasil beras di Provinsi Sulteng," katanya.

Basirun juga mengatakan jika diperlukan operasi pasar (OP), Bulog siap melaksanakannya.

Hanya saja, katanya, harga beras di pasaran sampai sekarang ini terbilang sangat stabil. 

Harga beras di tingkat pengecer rata-rata jauh dibawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil monitoring Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID), Satgas Pangan maupun Bulog di pasar-pasar tradisional di Kota Palu, harga beras tetap stabil dan terkendali.

Beras kualitas terbaik (premium), harganya paling tinggi Rp12.000/kg. HET beras premium ditetapkan pemerintah Rp12.800/kg.

HET beras medium ditetapkan pemerintah Rp9.450/kg. Harga beras medium di tingkat pengecer paling tinggi Rp9.000/kg.

Kepala Seksi Tata Niaga Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Rudi Zulkarnaen membenarkan stok beras baik di tingkat petani maupun pengecer di daerah ini cukup memadai.

Meski panen MT 2021 masih jauh sekitar Maret-April 2021, namun stok beras di pengecer cukup banyak, sebab selain produksi lokal, juga masuk ke pasar-pasar tradisional beras asal Sulsel dan Sulbar.

Dua provinsi di Pulau Sulawesi itu merupakan sentra produksi beras terbesar di Sulawesi.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar