57 desa di Parigi Moutong siap gelar pilkades serentak di tengah COVID-19

id Pilkades, PMD, Pemkab Parimo, Parigi Moutong, sulteng

57 desa di Parigi Moutong siap gelar pilkades serentak di tengah COVID-19

Ilustrasi- Pemilihan Kepala Desa di Sulteng. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Parigi (ANTARA) -
Sebanyak 57 desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, siap menggelar pemilihan kepala desa serentak meskipun saat ini masih di tengah situasi pandemi COVID-19.

Pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Parigi Moutong, Ervian Aksa Yosa, di Parigi, Senin mengatakan, tahapan pemilihan diperkirakan berlangsung Maret-April 2021 khusus bagi masa jabatan kepala desa yang berakhir di 2021.

Sedangkan periode kepala desa berakhir di 2020 yang sempat tertunda sebelumnya akan menyesuaikan.

"Sesuai data kami peroleh, terdapat tujuh kepala desa berakhir masa jabatannya tahun ini dan 50 lainnya berakhir 2020, karena di masa pandemi sehingga kegiatan pemilihan tertunda untuk sementara waktu," ujar Aksa.

Dia menjelaskan, saat ini Peraturan Bupati (Perbup) tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa telah selesai digodok, dan selanjutnya memasuki tahapan sosialisasi kepada desa yang mengikuti pemilihan.

Sosialisasi dilakukan karena ada perubahan terhadap sejumlah poin yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini, termasuk poin penyelesaian sengketa pemilihan.

"Peraturan ini sebagai patron dalam pelaksanaan pemilihan nanti, oleh karena itu penting untuk dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, supaya para calon dan penyelenggara di desa paham tentang tugas dan fungsi masing-masing," kata Aksa.

Dikemukakannya, menyangkut penganggaran kegiatan pemilihan serentak menurut undang-undang bersumber dari dua pendanaan, yakni bantuan pemerintah setempat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan alokasi dana desa (APBdes) diberikan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang ditugaskan menyukseskan kegiatan pemilihan enam tahunan ini.

Guna menjaga situasi keamanan dan kondisi kesehatan masyarakat dari penyebaran virus corona, maka instansi terkait membangun koordinasi dengan pihak kepolisian dan Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 setempat agar tidak terjadi klaster baru pada perhelatan tersebut.

"Koordinasi ini penting dilakukan, karena penyelenggaraan pemilihan berada di situasi tidak normal akibat dampak pandemi," ucapnya.

Dia mengatakan dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa nanti pemerintah setempat memperketat penerapan protokol kesehatan, mulai dari tahapan hingga hari pemungutan suara.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar