Realisasi restrukturisasi kredit di Sulteng Rp5,14 triliun hingga 2021

id Sulteng,Sulbar,Palu,OJK,OJK Sulteng,restrukturisasi kredit,covid-19

Realisasi restrukturisasi kredit  di Sulteng Rp5,14 triliun hingga 2021

Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar memaparkan mengenai kebijakan restrukturisasi kredit di Sulteng dalam acara sosialisasi sinergi kebijakan BI dan OJK dalam mendukung Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021yang diadakan Kanror Perwakilan BI Sulteng secara virtual di Kota Palu, Jumat (25/2). ANTARA/Muhammad Arsyandi

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi restrukturisasi kredit kepada debitur yang terdampak pandemi COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah sampai awal  2021 mencapai Rp5,14 triliun.



"Posisi hingga 15 Februari 2021 realisasi restrukturisasi kredit di Sulteng mencapai Rp5,14 triliun yang diberikan kepada 111.758 debitur di sejumlah daerah di Sulteng,"kata Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar di Kota Palu, Jumat.



Ia menjelaskan kebijakan restrukturisasi kredit tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perbankan maupun non perbankan yang ada di Sulteng. Rinciannya meliputi 279 debitur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng atau Bank Sulteng dengan baki debit Rp79,11 miliar.



Kemudian 40.247 debitur bank umum non BPD Sulteng dengan baki debit sebesar Rp2,6 triliun, 589 debitur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan baki debet Rp37,80 miliar.



"69.902 debitur perusahaan pembiayaan dengan baki debet sebesar Rp2,4 triliun dan 744 debitur IJK lainnya dengan baki debet Rp28,47 miliar,"ujarnya.



OJK, kata Gamal, akan melanjutkan relaksasi restrukturisasi kredit di Sulteng sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI).



Ia menegaskan kebijakan restrukturisasi kredit hanya diberikan kepada debitur terutama kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pekerja harian, nelayan, tukang ojek online, dengan nilai pinjaman di bawah Rp10 miliar yang kesulitan membayar cicilan kreditnya akibat pandemi COVID-19.



"Jika sebelum terjadi pandemi COVID-19, mereka bermasalah dalam bayar cicilan , contohnya kredit macet maka ia tidak berhak diberi restrukturisasi kredit karena dari awal memang dia tidak punya itikad baik ingin melunasi utangnya," ucapnya.



Bentuk keringanan kredit yang diberikan dapat berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara dengan masa waktu restrukturisasi 3, 6, 9 hingga 12 bulan.



 

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar