OJK: Kondisi perbankan di Sulteng ditengah pandemi masih tetap "sehat"

id Sulteng,Sandi,Palu,Corona,OJK,OJK Sulteng

OJK: Kondisi perbankan di Sulteng ditengah pandemi masih tetap "sehat"

OJK (ANTARA/Ist)

Posisi per 31 Januari 2021, total aset bank umum konvensional di Sulteng mencapai Rp43,4triliun, naik 1,88 persen dibandingkan tahun lalu. Kemudian nilai kredit sebesar Rp31,1 triliun, juga naik 0,39 persen daripada tahun lalu

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di tengah pandemi COVID-19 masih tetap sehat sampai sekarang.

Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar mengatakan kondisi tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator keuangan yang menjadi dasar dalam menilai kondisi perbankan di Sulteng seperti total aset, nilai kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditempatkan baik di bank konvensional, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

"Posisi per 31 Januari 2021, total aset bank umum konvensional di Sulteng mencapai Rp43,4triliun, naik 1,88 persen dibandingkan tahun lalu. Kemudian nilai kredit sebesar Rp31,1 triliun, juga naik 0,39 persen daripada tahun lalu,” katanya kepada ANTARA di Kota Palu, Minggu.

Sementara itu, lanjutnya, DPK yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp25,3 triliun, naik 2,37 persen. Persentase gabungan dari kredit macet, kurang lancar dan diragukan atau Non Performing Loan (NPL) gross berada pada angka 1,99 persen. Turun 24,05 persen dibandingkan tahun lalu.

“Berikutnya, BSI di Sulteng memiliki total aset Rp1,86 triliun, turun 15,9 persen jika dibandingkan tahun lalu. Nilai kreditnya mencapai Rp1,69 triliun, turun 13,69 persen dan DPK yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp1,23 triliun, turun 14,23 persen,” ujarnya.

Adapun persentase pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,09 persen, minus 15,52 persen dibandingkan tahun 2019.

Meski mengalami penurunan, kata Gamal, kondisi BSI di Sulteng yang belum lama diresmikan pengoperasiannya oleh pemerintah tidak mempengaruhi kondisi perbankan di Sulteng secara umum.

“Kemudian BPR. OJK mencatat total aset BPR di Sulteng mencapai Rp2,67 triliun atau naik 0,59 persen, nilai kredit Rp2,3 triliun atau naik 0,45 persen dan DPK yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp958,7 miliar atau naik 0,26 persen,”tambahnya.

Gamal menyatakan perbankan di Sulteng cukup kuat bertahan di tengah pandemi COVID-19, bahkan secara umum mampu tumbuh positif. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan.

Baca juga: OJK: Stabilitas sistem keuangan di awal tahun kondisi terjaga

 

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar