Pemprov Sulteng: Investor berkewajiban lestarikan lingkungan

id pemprov sulteng,dinas lingkungan hidup,investor,perusahaan,lingkungan,mulyono,sadly lesnusa

Pemprov Sulteng:  Investor berkewajiban lestarikan lingkungan

Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mulyono (tengah) didampingi Kepala DLH Provinsi Sulteng Sadly Lesnusa (kanan) menyerahkan penghargaan kepada salah satu perwakilan perusahaan dalam kategori pelestarian lingkungan, di Palu, Kamis. (Dok Biro Humas Setda Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan setiap perusahaan yang berinvestasi di Sulteng berkewajiban untuk melestarikan lingkungan untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan investasi itu.

“Karena jika terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat operasi industri yang tidak ramah lingkungan maka pada hakikatnya sama dengan merampas atau mengabaikan hak orang lain,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mulyono pada acara penyerahan penghargaan penganugerahan sertifikat ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup periode 2019 - 2020  di Palu, Kamis.

Mulyono mengapresiasi kepada sejumlah perusahaan yang turut serta dalam upaya perbaikan ekosistem lingkungan Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.

Ia mengingatkan perusahaan yang mendapat kategori merah (belum taat) untuk segera memperbaiki pengelolaan lingkungan agar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Ketaatan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan harus dijaga. Sesungguhnya udara, air tanah dan energi, tempat perusahaan saudara berpijak dan beroperasi itu semua dalam pinjaman dari anak-cucu kita sendiri serta juga pinjaman dari tanah air,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah M Sadly Lesnusa mengatakan berdasarkan hasil evaluasi terhadap 27 perusahaan di Sulawesi Tengah, maka ditetapkan peringkat kinerja perusahaan kategori peringkat emas satu perusahaan, peringkat hijau satu perusahaan, peringkat biru 18 perusahaan, peringkat merah tujuh perusahaan.

Ia mengatakan, hasil evaluasi dari tahun ke tahun telah menunjukkan hasil yang positif, sesuai unsur penilaian, mencakup  sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam, pemberdayaan masyarakat dan penyusunan dokumen.

"Mulai Periode 2015 - 2016 sampai dengan periode 2019 - 2020 tidak ada lagi perusahaan yang hasil evaluasi  memperoleh peringkat hitam. Semoga ke depannya, lebih banyak lagi perusahaan di Provinsi Sulawesi Tengah yang terima penghargaan ini,” pungkasnya.

Perusahaan yang menerima penghargaan dalam pelestarian lingkungan ialah PT Pertamina, PT Donggi Senoro LNG, PT Panca Amara Utama, PT.Bintang Delapan Mineral, PT Heng Jaya Mineralindo, PT Agro Nusa Abadi, PT Hardaya Inti Planstation, PT PLN, PT Lestari Tani Teladan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sawit Jaya Abadi 2, PT Timurjaya Indomakmur, PT Tamaco Graha Krida, Pt Kurnia Luwuk Sejati, Pt Itamatra Nusantara, PT Guang Ching Nickel And Stainless Steel Industri, PT Mulia Pacific Resources, PT Cor Indonesia, PT Sulawesi Mining Investment, PT Sinergi Perkebunan Nusantara, dan PT Teknik Alum Service.

Foto bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mulyono (kiri), Kepala DLH Provinsi Sulteng Sadly Lesnusa (kanan) dengan perwakilan perusahaan dalam pelestarian lingkungan, di Palu, Kamis. (Dok Biro Humas Setda Pemprov Sulteng)
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar