Tim gabungan razia Rutan Kelas IIA Palu

id rutan palu,penggeledahan

Tim gabungan razia Rutan Kelas IIA Palu

Salah seorang petugas dari Tim Gabungan menggeledah kamar sel narapidana di Rutan Kelas IIA Palu, Kamis (8/4) malam. ANTARA/(Rangga Musabar

Palu (ANTARA) - Tim gabungan dari aparat TNI/Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kemenkumham Sulawesi Tengah melakukan razia dengan menyisir seluruh ruangan tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (08/04) malam.

Pantauan ANTARA saat kegiatan razia di lokasi tersebut tampak para petugas gabungan menggeledah satu persatu kamar yang dihuni narapidana dan tahanan di Rutan itu. Tidak hanya kamar, tetapi petugas juga menggeledah para tahanan dan Napi yang dikeluarkan dari dalam kamar sel dan dikumpulkan di lapangan.

Hasil razia tersebut petugas gabungan itu mendapatkan sejumlah barang terlarang, seperti telepon genggam (handphone), korek gas, dan kaca pireks serta beberapa barang lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah Lilik Sujandi menjelaskan kegiatan razia tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan kerawanan di Rutan Palu, baik dari sisi potensi peredaran narkoba maupun pelanggaran lainnya.

"Sehingga seluruh barang yang berpotensi digunakan untuk tindak pelanggaran tersebut semaksimal mungkin kita lakukan penggeledahan dan kita sita," jelasnya

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya keluarga narapidana untuk tidak membawa masuk barang kategori terlarang ke dalam Rutan atau Lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Jangan memanfaatkan keinginan keluarga yang ada di dalam ruang tahanan untuk membawa sesuatu yang dilarang," ujarnya.

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Baharuddin mengatakan hasil temuan beberapa unit handpone dan korek gas tersebut juga akan diperiksa oleh BNN Kota Palu untuk mencari bukti terkait ada atau tidaknya peredaran narkotika di dalam Rutan Palu.

"Handpone yang ditemukan ini, kita mau periksa isinya apa, dan juga ada macis (korek api) yang terindikasi. Karena dua barang ini bisa digunakan untuk peredaran narkoba," ungkapnya.

Kepala Rutan Kelas IIA Palu, Yansen menjelaskan barang barang yang ditemukan di disita oleh petugas gabungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan kepemilikan barang tersebut.

"Ada mekanismenya kalau memang terbukti pasti ada sanksi yang diberikan," tuturnya

Ia menyebutkan penghuni Rutan Kelas II Palu saat ini berjumlah 434 orang, terdiri dari 264 orang tahanan dan 170 orang narapidana.

"Saat ini jumlah penghuni ada 434 orang. Yang dijaga setiap regu 7 sampai 8 orang petugas," ujar Yansen.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar