Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng naik 92,11 persen

id Sandi,Palu,Ramadan,Sulteng

Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng naik  92,11 persen

Sejumlah pekerja sektor pariwisata antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (24/3/2021). Sebanyak 710 orang pekerja sektor pariwisata mengikuti vaksinasi COVID-19 secara massal yang diinisiasi oleh Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/aww.

Sementara itu 338 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia atau 2,73 persen dari total pasien yang terpapar COVID-19

Palu (ANTARA) - Tingkat kesembuhan pasien yang terpapar COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) naik menjadi 92,11 persen.



Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng, dari total 12.394 orang yang positif terinfeksi COVID-19, 11.416 orang dinyatakan telah sembuh.



"Sementara itu 338 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia atau 2,73 persen dari total pasien yang terpapar COVID-19," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming di Kota Palu, Selasa malam.



Selain itu, persentase kasus aktif COVID-19 di Sulteng 5,16 persen atau sebanyak 640 pasien yang terpapar COVID-19 masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.



"Kemudian ada 261 sampel usap masih dalam pemeriksaan. Semoga semua hasilnya negatif COVID-19," ujarnya.



Hari ini, kata Haris, 94 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh, mereka berada di sejumlah daerah antara lain antara lain 42 orang di Kota Palu, 41 orang di Kabupaten Buol, empat orang di Sigi dan Poso, tiga orang di Morowali Utara (Morut) dan Banggai.



"Sementara itu 22 orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini, antara lain tiga orang di Kota Palu, tujuh orang di Kabupaten Buol, lima orang di Banggai, empat orang di Parigi Moutong, satu orang di Sigi, Poso dan Morut,"tambahnya.



Ia meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten da kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.



Selain itu, warga harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.



"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.

Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar