Wali Kota Palu inspeksi kepatuhan warga terapkan prokes COVID-19

id Sulteng,Sandi ,Palu,Ramadan

Wali Kota Palu  inspeksi kepatuhan warga terapkan prokes COVID-19

Wakil Wali Kota Palu dr. Reny Lamadjido memakaikan masker kepada salah satu warga di sela-sela inspeksi mendadak bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid untuk memantau kepatuhan warga menegakkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di Pasar Masomba Kota Palu, Kamis (6/5/2021). ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu

Palu (ANTARA) - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Reny Lamadjido melakukan inspeksi mendadak untuk menegakkan kedisiplinan warga dalammenerapkan protokol kesehatan (prokes), guna mencegah penularan COVID-19.

Inspeksi tersebut dilaksanakan di Pasar Tradisional Inpres Manonda, Pasar Masomba, pusat perbelanjaan Palu Grand Mall, dan Hypermart di Palu, Kamis.

"Sidak untuk memastikan warga mematuhi protokol prokes yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak satu sama lain selama di area pasar dan di mal," kata Rasyid.

Ia tidak ingin berkumpulnya warga di pusat-pusat perbelanjaan tersebut menyebabkan lokasi tersebut menjadi klaster baru penularan dan penyebaran COVID-19 karena warga mengabaikan prokes.

"Mengingat jelang Lebaran ini biasanya warga berbondong-bondong ke pasar, mal, atau pusat perbelanjaan lainnya," ujarnya.

Pemerintah Kota Palu dan pemangku kepentingan terkait akan terus melaksanakan kegiatan tersebut hingga menjelang dan sesudah Idul Fitri.

"Kita akan terus lakukan monitoring ke sejumlah tempat keramaian termasuk di pasar, mal, kafe, dan tempat keramaian lainnya guna memastikan warga tetap mematuhi prokes demi mencegah penularan dan penyebaran COVID-19," ucapnya.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng, Kota Palu masih berada dalam zona oranye atau rawan penularan COVID-19.

Data Pusdatina COVID-19 Sulteng, Kamis malam, total warga Palu yang terpapar COVID-19 sebanyak 3.257 orang. Dari 3.252 orang tersebut, 3.029 orang dinyatakan telah sembuh, 99 orang meninggal dunia, dan 129 orang masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar