Sekolah- di Kupang antusias sambut belajar tatap muka

id Sekolah tatap muka, NTT, Kota Kupang,Vaksinasi

Sekolah- di Kupang antusias sambut belajar tatap muka

Ilustrasi. Seorang guru bahasa Inggris sedang mengajar saat dilaksanakannya sedang sekolah tatap muka di salah satu rumah warga di Kota Kupang, NTT Senin (10/08/2020). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Sejumlah Kepala Sekolah di sejumlah sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengaku antusias untuk menyambut pelaksanaan sekolah tatap muka di tahun ajaran baru 2021/2022.

"Saat ini khusus untuk di SMK Negeri 2 Kupang 95 persen guru-gurunya sudah menerima vaksin, sisanya masih belum karena alasan sakit, tetapi pada dasarnya kami menyambut baik keputusan sekolah tatap muka ini," kata Kepala sekolah SMKN 1 Kota Kupang, I Nengah Aditanaya, kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Selasa.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan kesiapan sekolah-sekolah di Kota Kupang dalam menyambut pelaksanaan sekolah tata muka di tahun ajaran baru 2021/2022 yang akan dimulai pada Juli mendatang.

Aditanaya mengatakan bahwa bahwa sekolah yang dipimpinanya merupakan sekolah kejuruan yang didominasi oleh pola kerja atau sistem sekolah yang mewajibkan tatap muka, oleh karena ia mengatakan sangat mendukung hal tersebut.

"Sebelumnya-sebelumnya banyak orang tua murid yang sudah bertanya kapan sekolah tatap muka dimulai pasalnya anak-anak mereka perlu bimbingan secara langsung, dan bersyukur akhir dimulai pada Juli mendatang," ujar dia.

Secara umum untuk kesiapan sekolah tatap muka itu, dia mengatakan pola sekolahnya akan dilakukan dengan cara shif-shifan, yang mana jika di satu kelas ada 36 siswa maka akan dibagi dua, sehingga tidak menumpuk.

Terkait guru-guru yang belum menerima vaksin, ujar dia, dikarenakan masih ada yang darah tinggi, kemudian juga koletesrol dan sakit lainnya yang belum diijinkan untuk menerima vaksin.

"Tetapi pada dasarnya kita siap untuk sekolah tatap muka ini," ujar dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala UPTD SDN 1 Bonipoi Sophia Lekipera. Menurut dia untuk di sekolahnya baru ada tiga orang guru yang divaksin dari total 26 guru yang mengajar di sekolah dasar itu.

"DI sekolah kami baru ada tiga guru yang divaksin. Ini masih jauh dari target, hal ini karena banyak guru yang terkena penyakit bawaan saat dilakukan pemeriksaan. Bukan berarti kami tidak mau divaksin tetapi hasil pemeriksaan medis dianjurkan nanti baru divaksin," tambah dia.

Sophia menilai bahwa suntikan vaksin bagi guru memang sangat penting karena memang untuk mencegah tertular COVID-19, saat sekolah tatap muka.

Tetapi yang dihadapi saat ini khususnya di sekolahnya kondisi setiap guru berbeda-beda saat konsultasi dengan dokter, oleh karena itu ia mengimbau untuk sekolah tatap muka dicek lagi sehingga nantinya tidak merugikan banyak pihak.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar