OJK dorong terbentuknya TPAKD di Sulteng

id Sulteng,Sandi,Palu,Ojk,OJK sulteng

OJK  dorong terbentuknya TPAKD di Sulteng

Kepala OJK Provinsi Sulteng Gamal Abdul Kahar. ANTARA/HO-OJK Provinsi Sulteng

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong terbentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi di Sulteng yang lebih merata, partisipatif dan inklusif.

Termasuk untuk kembali mendongkrak perekonomian seluruh daerah di Sulteng yang terkapar akibat hantaman pandemi COVID-19 yang hingga kini belum berakhir.

"Melalui pembentukan TPAKD diharapkan dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat,"kata Kepala OJK Provinsi Sulteng Gamal Abdul Kahar di Kota Palu, Sabtu.

OJK, lanjutnya, menginisiasi program strategis dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), salah satunya program Kredit Melawan Rentenir (Melati) yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah Sulteng atau Bank Sulteng.

"Program ini merupakan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal kepada pelaku UMKM dengan proses cepat, mudah dan berbiaya rendah serta mengurangi ketergantungan masyarakat terutama yang belum bisa berhenti meminjam dana kepada rentenir," ujarnya.

Biasanya, kata Gamal, pinjaman dana ke rentenir memiliki resiko yang tinggi terutama ketika debitur mengalami kesulitan pembayaran.

Saat ini telah terbentuk empat TPAKD di beberapa daerah di Sulteng yaitu TPAKD Provinsi Sulteng, TPAKD Kota Palu, TPAKD Kabupaten Sigi dan TPAKD Luwuk Banggai.

"OJK melalui TPAKD juga turut mendorong program satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk mendorong minat generasi muda dalam menabung melalui Simpanan Pelajar (Simpel),"ucapnya.

Selain itu, OJK melakukan business matching bertujuan untuk mempertemukan lembaga jasa keuangan dan masyarakat agar dapat meningkatkan akses keuangan

"Khususnya masyarakat Sulteng sehingga dapat mencapai target nasional inklusi keuangan sebesar 91 persen," katanya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar